oleh

Dewan Pertanyakan Status RSUD Ogan Ilir

RSUD Ogan Ilir. Fhoto : tribunsumsel
RSUD Ogan Ilir. Fhoto : tribunsumsel

INDERALAYA IKalangan anggota legislatif Ogan Ilir mempertanyakan status tipe yang disandang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir. Keberadaan status dengan tipe apapun yang dimiliki rumah sakit dinilai sangat penting guna penyelarasan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Aneh juga sampai sekarang tipe yang disandang RSUD belum diketahui. Makanya kami pertanyakan dengan manajemen RSUD terkait tipe apa yang disandang rumah sakit ini. Masalah tipe ini menyangkut pula masalah bantuan yang akan diberikan pusat,”kata Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD OI, Azmi A Hadi, kemarin.

Berdasar keterangan dari manajemen RSUD OI, lanjut politisi PAN OI ini, bahwa rumah sakit belum menyandang tipe apapun. Hanya saja untuk berbagai fasilitas yang dimiliki rumah sakit sudah menyandang tipe d. Sedangkan untuk struktur organisasi telah menyandang tipe c.

Kendati demikian, kata dia, pada dasarnya penyandangan tipe tersebut tidak diperkenankan berbeda dan tipe yang disandang baik struktur organisasi ataupun fasilitas itu harus sama satu dengan yang lain.

“Makanya kami mendorong agar status RSUD dapat diselaraskan lagi. Paling tidak dikejar menjadi tipe c. Namun untuk memuluskan langkah menyandang tipe c harus memenuhi berbagai persyaratan seperti kelengkapan fasilitas berupa genset, gedung operasi, kamar mayat, bed minimal 100 buah dan lainnya. Ini yang harus dipenuhi,”jelasnya.

Dia berharap ke depan keberadaan RSUD Ogan Ilir ini dapat menjadi salah satu rumah sakit yang mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat dengan sistem pelayanan yang cepat, dan nyaman.

Sementara itu, anggota komisi IV DPRD OI lainnya, Hilmin menambahkan pihaknya meminta bupati OI segera mengeluarkan sertifikasi tipe d RSUD OI sekaligus merealisasikan program infrastruktur peralatan dan perlengkapan yang telah dimasukkan dalam APBD OI 2016.

“Dana sebesar Rp3miliar bersumber dari APBD OI 2016 akan diperuntukkan bagi infrastruktur pembangunan kamar mayat, genset dan lainnya. Bahkan bantuan pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp1,7miliar akan diperuntukkan untuk alokasi alat kesehatan seperti bed, anastesi dan lainnya,”ucapnya.

Disinggung soal keterbatasan SDM seperti dokter spesialis tertentu, kata dia, kalau soal masalah SDM sebenarnya sudah terpenuhi. Bahkan manajemen RSUD Ogan Ilir mengklaim telah memiliki sebanyak 16 dokter termasuk didalamnya dokter spesialis. (ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *