oleh

Pemkot Palembang Tak Punya Nyali Menutup Lokalisasi ‘Kampung Baru’

Kampung Baru merupakan Salah satu tempat lokalisasi terbesar di sumatera. Fhoto : Google
Kampung Baru merupakan Salah satu tempat lokalisasi terbesar di sumatera. Fhoto : Google

PALEMBANG I Jika Walikota Surabaya sukses menutup pusat lokalisasi gang Dolly, dan Gubernur Jakarta belum lama berhasil menutup Kalijodo, Kota Palembang sejak dulu sampai sekarang tidak mampu menutup pusat lokalisasi Teratai Putih (Kampung Baru) yang terletak di KM 7,5 Palembang.

Pusat lokalisasi Teratai Putih atau yang biasa dikenal masyarakat Kampung baru tersebut, seakan tidak mampu disentuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang maupun Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

Lokalisasi yang diketahui terbesar di Sumatera tersebut, terus tumbuh dan berkembang. Bahkan, papan pengumuman yang pernah dipasang pada tahun 2000 untuk memberitahu jika lokalisasi tersebut dinyatakan tutup oleh Pemerintah, hilang entah kemana.

Pusat lokalisasi bagi pria hidup belang tersebut tetap tumbuh subur, bahkan diketahui banyak anak dibawah umur yang dipekerjakan di lokalisasi yang masuk Kecamatan Sukarami tersebut.

Walikota Palembang, Harnojoyo enggan berkomentar banyak terkait ditutupnya lokalisasi Kampung Baru tersebut. Bahkan, untuk ditutup politisi Partai Demokrat ini tidak mau berkomentar.

“Nanti saja kita bicarakan, banyak harus dipikirkan, untuk ditutup no coment dulu,” ujarnya usai kegiatan gotong royong di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Sukarami, Minggu (28/2/2016).

Ia mengungkapkan, Pemkot Palembang masih memikirkan apa yang harus dilakukan terhadap pekerja jika lokalisasi tersebut ditutup.

“Jangan sampai nanti itu ditutup, Pekerja Seks Komersil (PSK) yang ada disana malah menjajakan diri di jalan-jalan,” ucapnya.

Jika memang harus ditutup, tambahnya, harus benar-benar tuntas, karena jangan sampai timbul masalah baru. Apalagi saat ini pihaknya sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Pokoknya saya no coment dulu untuk masalah penutupan,” pungkasnya.

Hal yang sama disampaikan Camat Sukarami, yang seharusnya lebih memahami kondisi Lokalisasi Kampung baru yang masuk wilayah teritorinya.

Seakan mengikuti Walikota, dirinya enggan berkomentar mengenai lokalisasi, yang diketahui memiliki perputaran rupiah yang mencapai Rp 500 juta dalam semalam “No coment,” ucapnya sambil pergi berlari.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, di kawasan lokalisasi Teratai Putih dengan luasan 4,3 hektare dihuni oleh kurang lebih 500 PSK dengan 40 mucikari. Lokalisasi tersebut pernah ditutup melalui Surat Keputusaan Gubernur Sumsel no 573 tahun 2001.

Sebelumnya, Kepala Polresta (Kapolres) Palembang, Tjahyono Prawoto menantang Pemerintah Daerah (Pemda) di Palembang, untuk menertibkan Kampung Baru.

Tjahyono mengungkapkan, siap bergerak jika memang Pemda mau menertibkan penyakit masyarakat di Palembang tersebut. (Rmolsumsel)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Kalo mau sumber perusak masa depan para generasi muda ..
    Cari tempat yg tepat masi bnyak tempat yg lain yg ad di kota palembang …

    . bnyak anak muda skr kluar mlm jum.at . knp !
    Knp hotel bnyk di gunakan ank muda !
    Itu yg musti di slesain dulu !!