oleh

Dempo Selatan Masuk Peta Daerah Rawan Bencana

Ilustrasi
Ilustrasi

PAGARALAM I Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam memetakan Kecamatan Dempo Selatan masuk dalam daerah atau zona kawasan potensi rawan bencana, mulai dari longsor, puting beliung, banjir bandang hingga kebakaran lahan maupun hutan, dibanding kecamatan lainnnya di wilayah Kota Pagaralam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Herawadi  mengatakan, berdasarkan data yang ada, kawasan Kecamatan Dempo Selatan merupakan daerah yang paling sering dilanda bencana alam, baik itu musim kemarau berkepanjangan maupun memasuki musim penghujan disertai angin kencang saat ini.

Banyakya insiden tersebut disebabkan daerah tersebut kondisi geografisnya memiliki banyak lereng terjal yang labil atau kontur tanahnya miring, dikelilingi perbukitan serta terdapat daerah aliran sungai besar.

“Kita imbau kepada semua warga baik itu yang tinggal di tepi sungai maupun di sekitar kawasan persawahan untuk lebih waspada, apalagi saat ini curah hujan sangat tinggi disertai musim angin kencang, yang bisa memicu longsor dan puting beliung,” kata Herawadi dikutip Rmolsumsel (28/2/2016).

Menurut Herawadi, potensi bencana seperti banjir bandang, tanah longsor pun bencana puting beliung hingga letusan gunung, kebakaran dan lainnya perlu diinventarisir dan dipetakan. Sehingga, apabila  sewaktu-waktu bencana menimpa, paling tidak bisa menangani korban secara cepat dan tepat dalam upaya meminimalisir dampak yang mungin ditimbulkan, baik harta maupun nyawa.

“Kita harus banyak belajar dari kejadian sebelumnya, menunjukkan bencana alam yang sering kita hadapi bersama melanda Kota Pagaralam menjadi ancaman serius. Tidak menutup kemungkinan daerah lainnya termasuk dalam pemetaan rawan bencana. Pasalnya kondisi alam tidak bisa ditebak, dapat sewaktu-waktu terjadi. Tinggal lagi kita harus selalu siap dan waspada,” ucapnya. (Rmol)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *