oleh

Tragis, Penjaga Masjid Agung Solihin Kayuagung Tewas Ditikam

Abdul Majid alias Bajid (73), warga Kelurahan Sidakersa, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang merupakan penjaga Masjid atau Marbot Masjid Agung Sholihin.
Abdul Majid alias Bajid (73), warga Kelurahan Sidakersa, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang merupakan penjaga Masjid atau Marbot Masjid Agung Sholihin.

KAYUAGUNG I Abdul Majid alias Bajid (73), warga Kelurahan Sidakersa, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang merupakan penjaga Masjid atau Marbot Masjid Agung Sholihin, yang tak jauh dari Rumah Dinas (Rumdin) Bupati ini tewas setelah ditikam orang yang belum diketahui identitasnya, Kamis (25/2/2016) malam pukul 23.00 WIB.

Abdul Majid sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung untuk mendapatkan pertolongan. Namun, karena luka tikam di dada hingga mengenai jantung, dia pun menghembuskan nafas terakhir.

Informasi yang berhasil dihimpun, korban pertama kali ditemukan anak perempuannya bernama Mala. Ketika itu korban masih hidup dengan napas yang tidak teratur dan tidak bisa berkomunikasi lagi. Tepatnya, di samping kiri Masjid dekat lokasi skering listrik Masjid.

Kemudian dengan bantuan dua orang remaja yang lewat dan warga, korban akhirnya dilarikan ke RSUD Kayuagung dan menghembuskan nafas terakhirnya.

“Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), kami menduga pelaku yang menikam korban, hendak mencuri uang dalam kotak amal Masjid, saat itu ada korban yang sedang membersihkan masjid. Pelaku menggunakan modus menurunkan sekering listrik. Ketika korban hendak menghidupkannya kembali, pelaku langsung menikamkan sajam dari arah belakang, mengenai punggung kiri tembus ke jantung,” ujar Kapolsek Kayuagung, AKP Hendra Gunawan, Jumat (26/2/2016).

Tapi, pelaku kabur sebelum sempat membongkar kotak amal Masjid. Diduga pelaku kabur lantaran melihat ada warga yang melintasi lokasi.

Sementara Kapolres OKI, AKBP M. Zulkarnain mengatakan, telah menginstruksikan jajarannya untuk segera mengungkap kasus pembunuhan tersebut.“Kami sempat membuka rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di samping Masjid, namun kita belum menemukan tanda-tanda atau petunjuk yang mengarah pada pelaku atau motif pembunuhan. CCTV tidak menyala karena saat kejadian listrik dalam keadaan mati. Kami berharap adanya informasi dari masyarakat untuk memudahkan penyelidikan kasus ini sehingga bisa segera terungkap,” katanya.

Bupati OKI, Iskandar juga turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa salah satu tokoh Agama di Kota Kayuagung tersebut.

“Kepada keluarga korban, kami minta agar tabah dan tawakal atas cobaan yang menimpa Pak Majid ini. Kepada aparat kepolisian, kami berharap pelaku bisa segera ditangkap sehingga dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” ucap Iskandar SE. (Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *