oleh

AP II Bidik Pendapatan Rp12 M dari Bandara Tanjung Pinang

General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah PT Angkasa Pura II (Persero) Surahmat memaparkan profil bandara yang dikembangkan kapasitasnya menjadi 1 juta orang penumpang per tahun oleh perusahaannya. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah PT Angkasa Pura II (Persero) Surahmat memaparkan profil bandara yang dikembangkan kapasitasnya menjadi 1 juta orang penumpang per tahun oleh perusahaannya. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)

JAKARTA I PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menargetkan pendapatan Rp12 miliar dari Bandara Raja Haji Fisabilillah, di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau tahun ini. Target tersebut naik 9,09 persen dibandingkan realisasi pendapatan 2015 sebanyak Rp11 miliar.

General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah Surahmat mengatakan manajemen optimistis bisa mencapai target tersebut, setelah melihat kinerja bandara yang dikelolanya tahun lalu.

Ia mencatat, sepanjang 2015 berhasil melayani 608.714 penumpang pesawat dibandingkan tahun sebelumnya di kisaran 400 ribu penumpang.

“Peningkatan itu karena kami telah menyelesaikan pengembangan Bandara Raja Haji Fisabilillah, dari kapasitas sebelumnya 100 ribu penumpang menjadi 1 juta penumpang per tahun,” kata Surahmat di Tanjung Pinang, Jumat (26/2).

Dari layanan bandara untuk para penumpang maupun maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan dari dan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah tersebut, Surahmat mengaku berhasil mengantongi pendapata Rp8,59 miliar di 2015. Lebih tinggi dibandingkan realisasi 2014 sebesar Rp4,21 miliar dan target Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang ditetapkan manajemen sebesar Rp7,31 miliar.

“Sementara di Januari 2016 saja kami sudah mengumpulkan Rp410,31 juta dari target RKA Rp408,42 juta. Padahal Januari-Maret itu low season,” katanya.

Prospek KEK

Dengan rencana pengembangan bandara yang akan dilakukan AP II sampai 2020 mendatang, ditambah ditetapkannya kawasan Batam, Bintan, Karimun sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mulai Januari 2016, manajemen perusahaan optimistis prospek Bandara Raja Haji Fisabilillah sangat bagus ke depan.

“Total investasi yang akan dilakukan AP II disini sekitar Rp400 miliar,” katanya.

Manajer Komersial dan Keuangan Bandara Raja Haji Fisabilillah Prima Andri menambahkan, pemberlakuan KEK di tiga daerah tersebut memberi berkah bagi bandara yang dikelolanya.

“Makin banyak alat-alat permesinan, alat kesehatan maupun paket yang dikirim agen pengiriman itu, kalau tidak bisa mendarat di Batam karena padat mereka masuk lewat sini,” katanya.

Lima maskapai yang setiap hari terbang dari dan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah antara lain Garuda Indonesia, Nam Air, Express Air, Susi Air, dan Sriwijaya Air.

Meski pendapatan terus meningkat, namun Prima memperkirakan tahun ini bandara yang dikelolanya masih merugi.

“Tapi tahun ini kami perkirakan masih rugi sekitar Rp40 miliar. Karena biaya investasi yang dikeluarkan belum menutupi akibat penyusutan yang besar. Tahun lalu target rugi Rp31 miliar, tetapi kami berhasil mengurangi kerugian menjadi hanya Rp29 miliar,” kata Prima. (CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *