oleh

Sungai Ogan Meluap, Ratusan Rumah di OKU Terendam

BANJIRBATURAJA I Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur bumi sebimbing sekundang Kabupaten Ogan Komering Ulu(OKU), Sumatera Selatan membuat Dua kecamatan di Kabupaten tersebut terkena banjir. 4 desa diantaranya mulai terisolir, karena akses jalan utama menuju 4 desa tersebut tertutup air luapan sungai Ogan. Tinggi air yang menggenangi perkampungan dan rumah warga di Kecamatan Peninjauan dan Kecamatan Lubuk Batang bervariasi mulai dari 20 Cm hingga setinggi pingang Orang dewasa.

Pantauan di lapangan, Kamis (25/2/2016), warga desa yang terkena banjir tersebut tak bisa keluar rumah, kondisi Desa Kepayang dalam yang berada bantar sungai dan diapit danau itu sangat mudah kebanjiran. Akibatnya untuk sampai ke pusat desa tersebut itu harus menggunakan perahu atau mobil besar, sementara kendaraan roda dua dan angkot tak bisa masuk menembus dalamnya air. Warga Desa Kepayang mengaku, air mulai masuk pemukiman warga sekitar pukul 02.00 dinihari tadi.

 Sejumlah warga menyatakan, mereka sudah sering terkena kebanjiran di musim penghujan seperti saat ini, namun kekhawatiran tetap ada, apalagi jika hujan terus menerus, bukan tidak mungkin banjir besar mengancam.

 “Pagi tadi air itu sudah mencapai lutut orang dewasa, sebagian rumah depok (tak bertiang, red) sudah banyak terendam”kata Misran warga Desa Kepayang.

 Sementara itu, Kades Kepayang, Sobari mengatakan, sekitar 300 rumah terkena banjir luapan Sungai Ogan, namun tingkat ketinggian banjir belum batas ambang ancaman.

 “Masih wajar, tapi kita sudah antisipasi warga harus tetap berjaga-jaga kalau saja air semakin tinggi”kata Sobari saat dibincangi.

Terkait musibah banjir tersebut Camat Peninjauan Feri Iswan menyatakan, sedikitnya ada empat desa yang menjadi ‘langanan’ banjir  tahunan. antara lain Desa Kepayang, Belimbing, Mandala, dan Desa Saung Naga.

Dikatakannya, Di Desa Belimbing khususnya di seberang air sungai, luapan air sungai ogan sudah mulai membanjiri lahan perkebunan masyarakat setinggi rata-rata 20-30cm sedangkan untuk rumah warga masih dalam kondisi aman.

“Ada beberapa rumah yang mulai terendam air rata-rata sekitar 15-30cm, tapi belum mengganggu aktifitas masyarakat,” kata Feri.

Terdata, sedikitnya 80 rumah di Desa Belimbing yang mulai dimasuki air sungai yang meluap dengan kedalam sekitar 10-20cm.

“Diseberang sungai  mayoritas areal perkebunan untuk sementara waktu tidak bisa digarap masyarakat,” tuturnya.

Saat ini kata dia pihaknya telah memerintahkan setiap kepala desa untuk membuat laporan 24 jam jika sewaktu-waktu banjir besar datang dan antisipasi kerawanan dengan siaga poskamling sekaligus membuat posko sekretariat bila diperlukan. Selain itu, pihaknya pun telah mintakan kades untuk mempersiapkan posko banjir dikantor desa masing-masing sebagai lokasi evakuasi kalau sewaktu-waktu banjir besar datang.

Sementara di Kecamatan Lubuk Batang, beberapa desa yang terkena banjir tahunan antara lain Desa Lubuk Batang Lama dan Desa Kartamulya. (Deni A. Saputra)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *