oleh

Polri Akan Pecat Lima Oknum Pembeli Narkotik

Fhoto : cnnindonesia
Fhoto : cnnindonesia

JAKARTA I Kepala Divisi Hukum Polri Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan, akan memecat lima oknum anggota Korps Bhayangkara jika terbukti membeli narkotik dari anggota Pasukan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

“Iya kemungkinan besar itu, akan langsung dilakukan pemberhentian tidak hormat atau pecat,” kata Iriawan ketika ditemui wartawan usai pertemuan di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (25/2).

Jika sudah dipecat maka oknum polisi ini harus menanggalkan seragam coklat dan pistol miliknya. Ia juga tak lagi menduduki jabatan sebagai aparat penegak hukum.

Pemecatan ini sebagai sanksi disiplin untuk lima oknum ini apabila terbukti bersalah termasuk membeli dan mengonsumsinya. Kebijakan ini diambil agar menjadi contoh bagi oknum lainnya untuk tak terlibat dalam peredaran dan konsumsi narkotik.

“Dari hasil keterangan Kapolri (Jenderal Badrodin Haiti) yang membeli ada anggota Polisi dan juga anggota DPR,” katanya.

Adapun lima anggota oknum kepolisian yang diduga sebagai pembeli dari salah seorang oknum anggota Kostrad yakni, Briptu Endi dari Polres Jakarta Selatan yang bertugas di KPK, Aiptu Alfi bertugas di Mabes Polri, Bripka Agus bertugas di Polsek Kebayoran lama, Aiptu Arip Polres Tangerang Selatan, dan Aipda Wandi bertugas di Polres Jakarta Selatan.

Nama kelima orang ini muncul dalam daftar pembeli narkotika dari sejumlah anggota Kostrad yang tertangkap saat razia tim gabungan TNI dan Polri dalam razia narkoba di komplek perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Senin malam (22/2).

Ketiga anggota Kostrad yang ditangkap yakni Sersan Satu Anton Siregar, Kopral Kepala Nasikun, Kopral kepala Bambang.

Selain mereka, ada pula enam warga sipil juga diduga membeli narkotik dari anggota Kostrad. Salah satu dari mereka adalah anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP yakni Ivan Haz. Hasil pemeriksaan membuktikan Ivan positif menggunakan narkotik. (CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *