oleh

Memprihatinkan, Siswa SDN I SP Padang Terpaksa Belajar Secara Bergilir

sekolah dasar negeri satu (SDN 1) SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), kondisinya memperihatinkan. Fhoto : Romi
sekolah dasar negeri satu (SDN 1) SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), kondisinya memperihatinkan. Fhoto : Romi

KAYUAGUNG I Biasanya, sekolah yang jam masuknya diatur secara bergilir pada pagi dan siang terjadi pada sekolah yang fasilitas ruang kelasnya tidak dapat menampung jumlah murid yang ada. Hal demikian berbeda dengan yang dialami oleh 290 murid sekolah dasar negeri satu (SDN 1) SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel).

Dari 9 lokal ruang kelas yang mereka miliki hanya 3 ruangan yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan proses belajar mengajar, lantaran bangunan sekolah tempat mereka menimbah ilmu nyaris roboh akibat dimakan usia.

“Kondisi ini telah dialami oleh murid-murid kami sejak tanggal 1 Februari 2016 lalu, dikarenakan bangunan sekolah SDN 1 SP Padang tidak layak digunakan lagi untuk proses belajar mengajar,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 SP Padang, Eridia SPd, Rabu (24/2/2016).

Dijelaskannya, langkah tersebut diambil berdasarkan keputusan bersama antara pihak sekolah, komite dan wali murid untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keselamatan murid, dengan hanya menggunakan 3 lokal rungan kelas yang tersisa. “Kita tidak mau mengambil resiko, sebab kondisi bangunan tersebut sewaktu-waktu bakal ambruk atau roboh, mengingat usia bangunan tersebut berdiri sejak tahun 1917 lalu,” bebernya.

Ditambahkan Indra (36), warga desa setempat yang juga merupakan salah satu wali murid menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut tidak layak dipakai lagi, karena kondisi dari rangka tiang-tiang penyangga bangunan yang berbahan kayu sudah rapuh dan keropos.

Mengingat dari usia bangunan yang hampir mencapai satu abad lamanya, sudah sewajarnya pemerintah Kabupaten OKI membangunkan gedung sekolah yang baru. Apa lagi sekolah ini telah direhab sebanyak dua kali, jadi wajar saja kayu bangunan tersebut sudah keropos dan tinggal menunggu robohnya saja.

“Sesuai dengan kesepakatan, saya menyampaikan pesan seluruh wali dari murid SDN 1 SP Padang, jika Bupati OKI, Iskandar SE dapat membangun gedung sekolah ini di tahun 2016, kami siap mendukungnya menjadi bupati OKI diperiode mendatang,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten OKI, Husni, ketika diwawancara menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut merupakan bangunan sekolah Cagar Budaya yang bentuk asli dari bangunannya tidak boleh dihilangkan dengan mendirikan gedung sekolah yang baru,” katanya.

Dijelaskannya juga, sebenarnya di tahun 2015 lalu Pemkab OKI telah menganggarkan pembangunan sekolah tersebut, sayangnya pada saat itu terkendala oleh pemilik dari tanah tersebut sehingga pembangunan terpaksa dibatalkan karena tidak ada surat hibah dari tanah tersebut.

“Sebenarnya ditahun 2016 ini Pemkab OKI tidak menganggarkan dana untuk pembangunan SDN 1 SP Padang. Dikarnakan kondisi dari bangunan tersebut sangat-sangat memprihatinkan sekali pada saat saya melihat langsung ke sekolah tersebut beberapa waktu lalu untuk membuktikan kebenarannya, sehingga pantas saja Kepala UPTD SP Padang, Abdullah alias Arfai, beserta seluruh guru-guru di Kecamatan SP Padang untuk menggalang dana sumbangan sukarela agar tanah tersebut dapat dibeli dari pemiliknya sehingga di tahun 2016 ini bangunan tersebut dapat diperjuangkan oleh Pemkab OKI melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau pun Block Grand. (Romi Maradona)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *