oleh

Manager Bank Mandiri Cabang Baturaja Ditemukan Tewas

BATURAJA I Misteri hilangnya Branch Operation Manager Bank Mandiri Cabang Baturaja, Yoppy Novrianto (35), akhirnya terungkap.

Jajaran Kepolisian Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menemukan jenazah Yoppy terkubur di wilayah hukum Polsek Lubuk Batang, antara wilayah Gunung Meraksa – Lubai atau sekitar 4 kilometer dari kediaman Kades setempat, di kisaran pukul 03.00 WIB – 04.00 WIB tadi, Rabu (24/2/2-16).

Saat ditemukan kondisi mayat Yoppy yang masih mengenakan celana panjang warna krem dan baju kaos. Kondisi jasad sudah mulai membengkak.

Kapolres OKU AKBP Dover C Lumban Gaol melalui Kabag Ops Kompol MP Nasution membenarkan ditemukannya mayat Yoppy. Menurutnya, Keberadaan jasad Yoppy, ditemukan berdasarkan keterangan dari dua tersangka yang berhasil dibekuk anggotanya.

“Mayat ditemukan di daerah Gunung Meraksa – Lubai subuh tadi oleh anggota kita di back up Polsek Lubuk Batang, sekitar pukul 06.30 win tadi dibawa ke RS, saat ini divisum di RS Ibnu Sutowo Baturaja,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, Yoppy merupakan korban pembunuhan. Hal ini diketahi dari hasil olah TKP, ditemukan ada bekas jeratan di leher korban, sementara Jasad korban ditemukan terkubur dalam lubang galian dan masih mengenakan pakaian.

Yang mengejutkan dari peristiwa pembunuhan ini adalah pelakunya berjumlah 4 orang dan semua masih remaja dengan usia antara 15 hingga 17 tahun. Dan polisi berhasil mengamankan dua dari empat terduga pelaku pembunuhan ini. kedua terduga pelaku pembunuhan merukapan anak dibawah umur, Yakni MH (15) seorang pelajar SMKN di wilayah kabupaten Muara enim dan RS (15) pelajar di sekolah yang sama. Keduanya ditangkap di kediaman masing-masing sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

“Kasus ini berawal dari laporan polisi pada Senin (22/2), terkait hilangnya Yoppy sejak sehari sebelumnya (hari Minggu). Menindaklanjuti itu, Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres OKU langsung bergerak, dan pada hari Selasa (23/2) ditemukan Barang Bukti (BB) berupa mobil Toyota Rush hitam milik korban dalam keadaan kosong dan terkunci di areal kebun jagung dan karet di kawasan Karang Sari, Tanjung Baru Baturaja,” ujar Kapolres AKBP Dover C Lumban Gaol dalam gelaran konferensi pers pada Rabu, (24/02/2016)

Dikatakan Kapolres, berdasarkan pengakuan tersangka, tersangka mereka baru sekali itu bertemu dengan Korban. Pelaku membunuh korban dengan cara menjerat lehernya menggunakan timing belt yang ada di dalam mobil. Korban sendiri sempat berontak dan langsung menghentikan laju mobilnya. Setelah itu baru meninggal.

“TKP pembunuhan ini antara jalan dari UB sampai jalan cor beton. Kemudian oleh pelaku jasad dikubur di tanah dengan kedalaman sekitar setengah meter,” jelasnya.

Saat hendak mengubur itulah, dua tersangka ini menghubungi dua tersangka lain yang kini berstatus Buron, yakni AK (17) Pelajar salah satu SMA di Muara enim dan SP (16), pelajar SMA di Baturaja.

Atas perbuatannya, 2 tersangka yang sudah ditangkap dijerat dengan pasal berlapis, pasal 338 jo 365 jo 351 (3) jo 170 (3) KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun – seumur hidup.

Sayangnya, saat disinggung mengenai motif pembunuhan tersebut, Kapolres seolah enggan menerangkan kepada awak media.

“Kasus ini masih kita dalami. Termasuk motif pembunuhan dan apakah ada keterlibatan tersangka lain dari tersangka lain,” pungkas Kapolres. (Deni A. Saputra).

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *