oleh

Beginilah Teknik Penggunaan 720000 Buku yang Disumbangkan USAID ke Sulsel

MAKASSAR I Setelah menonton video penggunaan buku, sambil lesehan warung kopi, Ibu Irlidya, salah seorang fasilitator nasional USAID PRIORITAS memegang buku besar mempraktikkan teknik membaca bersama di hadapan para fasilitator daerah yang berlatih kembali menggunakan teknik-teknik membaca buku bacaan berjenjang sumbangan USAID PRIORITAS. Namun sebelum membaca bersama,  Irlidya memfasilitasi  peserta untuk memprediksi  isi buku tersebut, “Coba tebak dengan gambar ini, apa isi ceritanya di dalam?” tanya Irlidya kepada “siswanya”.

Menurut Amir Mallarangan, Teacher Training Officer USAID PRIORITAS, meramalkan atau memprediksi isi buku atau halaman selanjutnya merupakan salah satu teknik penggunaan buku bacaan berjenjang. Buku-buku yang disumbangkan USAID ke  sekolah-sekolah di 13 Kabupaten/kota di Sulsel tersebut, jumlahnya mencapai 720000 buah.

 “Dengan prediksi, pembaca ingin membuktikan apa yang diprediksi  benar atau justru sebaliknya;  isi buku diluar dugaannya. Benar atau salahnya memprediksi membuat kegiatan membaca menjadi sebuah pengalaman yang mengasyikkan dan menegangkan,” ujar Amir.

“Memprediksi merupakan salah satu teknik membaca efektif, yang tidak saja untuk usia dini, tapi sampai kita dewasa,” ujarnya lebih lanjut.

USAID PRIORITAS juga telah mengadakan seleksi fasilitator dari 13 kabupaten/kota dan akan melatihnya pada tanggal 24 -27 Februari di Hotel M Regency. Diharapkan setelah dilatih, setelah kembali ke Kab/Kota mereka mampu memfasilitasi penggunaan berbagai  teknik membaca buku tersebut.

Menurut Amir, teknik yang  digunakan  untuk membaca buku tersebut dinamakan teknik membaca berimbang. “Selain harus menguasai metode pembelajaran PAKEM. Mereka juga harus menguasai teknik membaca berimbang  yang terdiri dari tiga bagian yaitu membaca bersama, membaca terbimbing dan membaca mandiri,” ujar Amir.

Teknik membaca bersama adalah seperti yang dicontohkan oleh ibu Irlidya; memegang buku besar yang tulisannya bisa dilihat  oleh semua siswa,  membaca bersama-sama sambal memainkan intonasi, memahami tanda baca, memprediksi kata dan isi halaman berikutnya, mengartikan kata dan lain-lain. Pada saat membaca bersama, guru juga mengidentifikasi mana yang  kurang lancar membaca  dan kurang memahami bacaan.  Sedang teknik membaca terbimbing adalah siswa yang kemampuan membacanya hampir sama dikumpul jadi satu dan diajak untuk membaca buku baru dan memahami isinya lebih dalam. “Sedang membaca mandiri adalah siswa secara mandiri atau berpasangan membaca sendiri buku-buku itu dengan membawa pengetahuan tentang bagaimana membaca yang baik dari yang dilatihkan sebelumnya,” ujar Amir.

Buku bacaan berjenjang sendiri memiliki level A-F. Setiap level terdiri dari beberapa buku yang berbeda judul dan temanya. (Mustajib)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *