oleh

Taliban Pakistan Kembali Serang Sekolah Milik Pemerintah

Ilustrasi militan Taliban Pakistan (Thinkstock/hurricanehank)
Ilustrasi militan Taliban Pakistan (Thinkstock/hurricanehank)

PAKISTAN I Kelompok militan Taliban kembali meledakkan sebuah sekolah milik pemerintah di wilayah Waziristan, Pakistan, pada Jumat (19/2) malam. Serangan itu dikonfirmasi oleh juru bicara sayap Pakistan Taliban sehari setelah kejadian nahas itu terjadi.

Tak ada yang terluka dalam insiden itu. Namun setidaknya 18 buruh yang sedang bekerja di konstruksi sekolah baru tersebut sempat diculik, walau kemudian dibebaskan tak lama setelah kejadian terjadi.

“Kami meledakkan sekolah itu karena itu adalah pembangunan dari pemerintah,” ujar Azam Tariq, seorang juru bicara dari Sajna, sayap kelompok Taliban Pakistan yang mengklaim pengeboman tersebut.

Para petugas keamanan di Waziristan Selatan menyatakan asrama perempuan di sekolah yang berada di wilayah Tehsil Tiarza rusak akibat pengeboman ini, begitu pula dengan beberapa peralatan konstruksi yang berada di lokasi.

Dalam insiden lain yang terjadi di wilayah Mohmand ke utara, petugas keamanan Pakistan berhasil menewaskan lima militan ketika terjadi bentrokan di markas militer administratif Mohmand Agency pada Sabtu (20/2).

Sumber dari petugas keamanan mengungkapkan bahwa para militan tersebut sempat ingin melakukan serangan ke wilayah tersebut namun berhasil dibendung pihak keamanan.

Sebelumnya, 20 orang tewas dan puluhan lainnya terluka pada bulan lalu ketika para militan melancarkan serangan ke Universitas Bachka Khan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Setahun sebelum itu, sekitar 134 pelajar di sekolah militer di dekat Peshawar juga terbunuh karena adanya serangan dari kelompok militan.

Generasi militan Pakistan memang sering menggunakan wilayah suku untuk melancarkan serangan terhadap negaranya sendiri, maupun pun pasukan yang dipimpin Amerika Serikat di Afghanistan.

Mereka mencoba untuk menggulingkan pemerintahan dan mengimplementasi hukum Islam.

Militan Taliban Pakistan dengan bebas bersekutu dengan Taliban Afghanistan yang sempat menguasai hampir seluruh wilayah Afghanistan, sampai akhirnya berhasil diamankan pasukan yang dipimpin oleh AS.(CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *