oleh

Ratusan Dosen Dilatih Tingkatkan Mutu PPG

Koordinator-Provinsi-USAID-PRIORITAS-Sumut-Agus-Marwan-memberikan-buku-b
Koordinator-Provinsi-USAID-PRIORITAS-Sumut-Agus-Marwan-memberikan-buku-b

MAKASSSAR I Untukmeningkatkan kualitaspendidikan profesi guru (PPG), UniversitasNegeri Makassar (UNM) bekerjasama dengan USAID PRIORITAS menggelar pelatihan khusus untuk 132 dosen  instruktur PPG. Pelatihan tiga hari bertajuk DiseminasiSosialisasi – Capacity Sharing Instruktur PPG inidibuka langsung oleh Prof Intan Ahmad, PhD, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, di Makassar (17/2/2016).

Intan Ahmad mengapresiasi upaya USAID PRIORITAS dalam meningkatkan kualitas pendidikan profesi guru (PPG). Menurutnya, modul dan pelatihan yang dikembangkan USAID PRIORITAS  memberi inspirasi dan contoh langsung pada dosen instruktur PPG untuk menjadi fasilitator yang efektif dalam workshop PPG. “Sayaberharap hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh semuadosen instruktur yang melaksanakan PPG. Guru adalah pilar utama pendidikan. Lebih dari 50 persendaya serap siswa terhadap pembelajaran dipengaruhi oleh  kapasitas guru menyampaikan materinya,” ujarnya saat membuka acara pelatihan tersebut.

Dia mengingatkan bahwa bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia pada tahun mendatang malah akan jadi beban ketika penduduknya tidak produktif. “Tahun 2035 nanti diperkirakan lebih 60 persen penduduk kita berusia produktif dan berpeluang mengalami booming ekonomi.Namun itu tergantung dari kualitas pendidikan yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.

Rektor UniversitasNegeri Makassar, Prof. Dr. ArismunandarMPd, dalam sambutannya juga menyatakan bahwa model workshop untuk PPG  masih perlu banyak perbaikan. “Selama ini kita masih terlalu menggunakan paradigm akademik dan terlalut eknis. Kita perlu membuat klinik khusus untuk mempelajari berbagai modul pembelajaran. Untuk pengembangan PPG, modul pembelajaran aktif yang aplikatif model USAID PRIORITAS, juga sangat penting kita pelajari,” ujarnya.

PPG merupakan program pendidikan lanjutan selama satu tahun yang harus ditempuh oleh mahasiswa calon guru sebelum mengajar. Mahasiswa yang menjalani pendidikan ini, selama 6 bulan akan mengikuti kegiatan lokakarya, dan 6 bulan praktik mengajar.

USAID PRIORITAS mendukung peningkatan mutu PPG dengan mengembangkan modul dan melatih para dosen instruktur PPG dengan keterampilan praktis dalam mengelola perkuliahan PPG yang aktif dan efektif.Seperti mengelola workshop PPG berbasis pembelajaran aktif dan efektif, mengembangkan jurnal refleksi, menyusun pertanyaan tingkat tinggi dan lembar kerja, mengelola penilaian autentik dan portofolio, menyusun rencana pembelajaran dan melakukan praktik mengajar terbatas (microteaching) kepada para dosen yang lain.

Di Medan, Universitas Negeri Medan (Unimed) juga tengah melaksanakan diseminasi pelatihan untuk para dosen instruktur PPG (16-18/2/2016). WakilRektor I Unimed Prof Dr Abdul Hamid menyampaikan komitmennya untuk memanfaatkan kemitraanUnimed dengan USAID PRIORITAS untuk memperkuatperan Unimed meningkatkan mutu pendidikan.“Kami ingin membangun Indonesia dari sekolah.Karena itu kami dan USAID PRIORITAS bekerja sama memperkuat kemampuan dosen dan guru agar mampu membangun sekolah yang bermutu,” pungkasnya.

Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Menristek dikti, yang hadir pada acara diseminasi pelatihan di Unimed, menyebut perlunya dosen dan guru untuk terus menerus mengembangkan metode terbaru dalam proses pendidikan. Kemampuan dosen dan guru harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab tantangan zaman.“Saya mengapresiasi sekali upaya-upaya yang dilakukan USAID PRIORITAS untuk meningkatkan mutudosen.Karena isu yang diangkat USAID PRIORITAS sangat strategis dan relevan,” tegas mantan Duta Besar Indonesia untuk Qatar ini.

Menurutnya, Kemenristek dikti akan melakukan segala cara untuk meningkatkan mutu dosen dan guru. “Kita akan memberikan regulasi dan atmosfer yang mendukung, sehingga dosen dan guru kita benar-benar bermutu,” tambahnya.

Para dosen yang ikut dalam pelatihan DiseminasiSosialisasi – Capacity Sharing Instruktur PPG ini adalah dosen yang memiliki kewenangan menjadi instruktur dalam PPG. Bahkan beberapa guru besar ikut terlibat aktif menjadi peserta kegiatan ini.

“USAID PRIORITAS berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas PPG di LPTK. Kami mendukung peningkatan mutu workshop PPG untuk menyiapkan calon-calon guru berkualitas yang mampu memfasilitasi  siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat dalam pembelajaran sehingga siswa terbiasa dalam memecahkan masalah, kreatif, dan berkarakter,” kata Ajar Budi Kuncoro, Koordinator Pengembangan LPTK dan Pemangku Kepentingan USAID PRIORITAS.

Diseminasi pelatihan untuk dosen instruktur PPG ini juga akan dilakukan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Negeri Surabaya pada Maret 2016 mendatang. (USAID)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *