oleh

DBH Migas Ogan Ilir Triwulan IV Sebesar Rp16Miliar

INDERALAYA I Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Ogan Ilir mencatat transfer alokasi dana bagi hasil (DBH) minyak bumi dan gas (migas) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir pada triwulan I/2016 mencapai Rp16miliar. Nilai DBH triwulan I/2016 cenderung menurun dibanding triwulan IV/2015 capai Rp28miliar.

“Penurunan transfer DBH triwulan IV/2015 merupakan kebijakan pusat. Kami tidak bisa berbuat banyak,”kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi OI M Thahir melalui Kabid Sumber Daya Energi dan Kelistrikan, Nashrul Awamy, kemarin.

Menurut dia, angka DBH itu telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 137/2015 tentang anggaran APBN Tahun 2016.

Secara totaliti, besaran transfer DBH yang bakal diterima OI tahun 2016 sebesar Rp82miliar.

“Kalau untuk pencairannya, kami tidak begitu mengetahuinya. Sebab masalah itu menjadi tanggungjawab dispenda,”terangnya.

Dia melanjutkan untuk rincian migas triwulan I/2016 belum diketahui. Sementara ditriwulan lalu sebesar Rp28miliar yang diperoleh dari minyak bumi sebesar Rp11miliar dan Rp17miliar dari gas.

Secara spesifik, kata dia, DBH triwulan IV/2015 berasal dari minyak bumi yang terealisir 924juta barel dari target 1,391juta. Sedangkan gas bumi hanya terealisir 143.000 dari target 8,97ribu million metric british thermal unit (mmbtu).

“Saat ini para investor masih mengandalkan sumur migas yang ada untuk eksploitasi. Untuk eksplorasi dibutuhkan dana besar. Jika saat ini saja harga minyak dunia cenderung turun, maka otomatis calon investor enggan untuk mengeksplorasi sumur migas di OI. Bayangkan saja saat ini harga minyak dunia dibawah 100 dolar per barel,”terangnya.

Tercatat selama tahun 2010 Ogan Ilir hanya menerima DBH migas sebesar Rp111.075.105.000. Lalu tahun 2011 sebesar Rp97.410.764.000, tahun 2012 sebesar Rp 103.201.299.000, tahun 2013 sebesar Rp 154.973.116.000 dan tahun 2014 Rp185.008.647.000.

“Naik atau turunnya transfer DBH merupakan kewenangan dan kebijakan pusat karena pusat yang mengatur atau membagikannya,”ujarnya. (ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *