oleh

Bulog Subdivre III Kabupaten OKU Targetkan Penyerapan Beras Petani Sebanyak 42000ton

Ilustrasi Tempo
Ilustrasi Tempo

BATURAJA I Harga penetapan pemerintah (Hpp) beras dari petani tidak mengalami perubahan dan masih merujuk pada Hpp tahun 2015 lalu, yakni sebesar Rp 7.300 per kilogram. Namun untuk serapan hasil bumi tersebut bulog menargetkan angka hingga diatas 40 ton lebih. Demikian diungkapkan Kepala Perum Bulog Subdivre III Kabupaten OKU Meizarani SH MM.

“Untuk 2016 kita targetkan dapat menyerap sebanyak 42.000 ton beras khusus untuk petani di Kabupaten OKU, itu diluar di kabupaten lain yang masuk wilayah kerja kita,” terangnya.

Dirinya memperkirakan, panen padi di Kabupaten OKU yang telah ditanam oleh para petani akan dilaksanakan sekitaran awal April mendatang.

“Keperluan beras miskin (Raskin) kita masih akan menunggu hasil panen petani, di perkirakan pada april sudah banyak yang panen,” tuturnya.

Dikatakannya, pada saat musim panen padi nantinya, pihaknya akan melakukan pengadaan beras. Saat ini Bulog masih melakukan seleksi mitra kerja untuk persiapan penyerapan beras petani.

Sementara saat disinggung, masih tingginya harga beras umum di pasaran di Kabupaten OKU saat ini yakni masih berkisaran diangka Rp 8000 untuk beras kualitas paling rendah dan standar diangka Rp10 ribu, pihaknya tengah berupaya melakukan penstabilan harga. salah satu upaya penstabilan harga beras yakni dengan cara melaksanakan operasi pasar yakni melepaskan beras di pasaran umum dengan harga jual dibawah standar penjual umum serta melakukan pendistribusian beras Raskin secepatnya.

Untuk operasi pasar pihaknya bersinergi dengan dinas perindustrian perdagangan koperasi dan UKM kabupaten OKU, khusunya untuk melakukan analisa pasar. Selain itu, pihaknya pun tengah menunggu instruksi bupati terkait operasi pasar.

”Pada prinsipnya kita siap melakukan Operasi Pasar apabila sudah ada Surat Keputusan Bupati,” tegasnya.

Seperti diketahui, di Kabupaten OKU beras miskin yang siap digelontorkan sebanyak 205.050 kg untuk 13.670 rumah tangga sasaran (RTS). Sementara harga raskin hanya dipatok sebesar Rp 1.600/kg sampai di titik distribusi. Masing-masing Rumah Tangga Sasaran (RTS) mendapat jatah 15 kilogram beras miskin. (Deni A. Saputra)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *