oleh

BOPI: Turnamen Sepak Bola Jangan Tumpang Tindih

Ketua BOPI Noor Amman menilai jadwal kejuaraan yang tumpang tindih akan mengganggu proses reformasi sepak bola nasional. (Photografer CNN Indonesia/: M. Arby Rahmat Putratama H)
Ketua BOPI Noor Amman menilai jadwal kejuaraan yang tumpang tindih akan mengganggu proses reformasi sepak bola nasional. (Photografer CNN Indonesia/: M. Arby Rahmat Putratama H)

JAKARTA I Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengimbau agar segala turnamen sepak bola yang digelar para promotor dan Event Organizer (EO) dapat berjalan secara teratur.

Sejak kesuksesan turnamen Piala Presiden yang memanfaatkan kekosongan kompetisi liga nasional akibat pembekuan PSSI oleh Menpora, kejuaraan-kejuaran sepak bola lain bermunculan. Ketika Piala Presiden yang dijuarai Persib berakhir, hadir Piala Jenderal Sudirman yang kemudian dijuarai Mitra Kukar.

Kini, muncul kembali rencana kejuaraan yang melibatkan tim-tim sepak bola nasional yakni Piala Gubernur Kaltim, Piala Bung Karno, dan Piala Bhayangkara.

“Dari data-data yang kami dapatkan, jadwal sejumlah turnamen saling bertabrakan bahkan ada yang tumpang tindih. Ini sangat tak bagus buat iklim sepak bola nasional dan juga misi reformasi tata kelola sepak bola professional di Indonesia,” kata Ketua BOPI Mayjen (Purn) Noor Amman seperti yang dikutip dari rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

“Perlu diatur ulang semuanya agar bisa berjalan dan mendapatkan out put yang maksimal untuk perubahan sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.”

Berdasarkan data BOPI kurun waktu Februari hingga April tahun ini banyak agenda turnamen yang disusun bertabrakan atau saling tumpang tindih.

Noor mengatakan kejuaraan yang tumpang tindih itu adalah Piala Bung Karno yang akan digelar 5 Maret sampai 3 April 2016. Kemudian Piala Gubernur Kaltim yang semula akan kick-off pada 6 Februari 2016, lalu mundur menjadi 5 Maret 2016. Kini turnamen itu malah disebut akan memajukan jadwalnya jadi 27 Februari 2016 – 15 Maret 2016.

Selain itu, ada Piala Bhayangkara yang rencananya akan dihelat 17 Maret – 3 April 2016. Belum lagi turnamen Piala Walikota Padang yang semula akan digelar pada 14 Februari kemudian dimundurkan menjadi 26 Februari 2016, serta Bali Island Cup yang rencananya dilaksanakan pada 28 Februari 2016, dan sejumlah single match yang sewaktu-waktu dimunculkan atas gagasan sejumlah promotor atau EO.

“Intinya BOPI tidak ingin jadwal turnamen tumpang tindih yang bisa merusak agenda reformasi tata kelola sepak bola professional, jangan seperti pasar kaget yang muncul tiba-tiba,” kata Noor.

“Saya khawatir muncul persepsi negatif di publik bahwa Tim Transisi dan juga BOPI tak mampu mengendalikan situasi riil di lapangan terkait padatnya agenda turnamen. Semua harus ditata ulang agar terprogram dan sistemis.”

Noor pun meminta para penggagas serta peserta turnamen agar berkomitmen pada gerbong reformasi sepak bola nasional. Salah satunya mengacu kepada tim transisi dan BOPI.

“Tim Transisi sebagai acting PSSI bertindak sebagai eksekutor, BOPI sebagai pengawas,” ucap Noor. (CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *