oleh

Universitas Pertamina Diluncurkan, Pertamina Foundation Siapkan Rp680 Miliar

Penyerahan Izin Pendirian Universitas oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (kanan) kepada Ketua Yayasan Pertamina Umar Fahmi (kiri) disaksikan oleh (baris belakang dari kiri ke kanan) Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Komisaris PT. Pertamina (Persero) Sahala Lumban Gaol, serta Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto pada 11 Februari 2016 di Simprug, Jakarta Selatan. Pertamina Foundation mengalokasikan dana Rp680 miliar untuk lima tahun ke depan guna pengembangan Universitas Pertamina. Untuk tahun pertama, alokasi dana Universitas Pertamina diproyeksikan senilai Rp80 miliar.
Penyerahan Izin Pendirian Universitas oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (kanan) kepada Ketua Yayasan Pertamina Umar Fahmi (kiri).

JAKARTA I PT. Pertamina (Persero) hari ini meresmikan pembukaan Universitas Pertamina yang merupakan wujud kontribusi Pertamina pada masyarakat Indonesia melalui penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi.

Pertamina telah menunjuk Pertamina Foundation, yang akan melakukan pengelolaan aset untuk mendukung penyelenggaraan Universitas Pertamina yang meliputi sarana dan prasarana untuk kampus, sarana olah raga perpustakaan & laboratorium.

“Sejak didirikan pada tahun 2011, Pertamina Foundation telah menyelenggarakan berbagai kegiatan di bidang sosial dan kemanusiaan, berfokus pada bidang pendidikan dan lingkungan hidup. Pada tahun 2015, kami ingin meningkatkan fokus kami pada berbagai program pendidikan untuk memperluas cakupan wilayah kerja dan pendanaan program, serta membangun sistem manajemen program berbasis Teknologi Informasi. Peresmian Universitas Pertamina ini menjadi sebuah awal bagi kami untuk membangun individu yang kompeten dan dapat bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.” ujar Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Umar Fahmi.

Penandatanganan Batu Prasasti Universitas Pertamina oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (ketiga dari kanan), Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto (kedua dari kiri); disaksikan oleh Ketua Yayasan Pertamina Umar Fahmi (kiri), Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im (kedua dari kanan) beserta Komisaris PT. Pertamina (Persero) Sahala Lumban Gaol (kanan). Universitas Pertamina diharapkan dapat menjadi special purpose vehicle dalam proses membentuk sumber daya insani yang mumpuni untuk membangun bangsa dan negara demikian disampaikan pada acara Peresmian Universitas Pertamina pada 11 Februari 2016 di Simprug, Jakarta Selatan.
Penandatanganan Batu Prasasti Universitas Pertamina oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (ketiga dari kanan).

Mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2020, Pertamina Foundation berfokus kepada penyediaan infrastuktur dasar meliputi pembangunan kampus I, ruang kuliah, laboratorium, serta penyiapan sistem pembelajaran dan administrasi. Pada tahun 2021, pembangunan kampus utama serta pengembangan pusat kegiatan mahasiswa ditargetkan untuk dimulai.

“Pertamina Foundation mengalokasikan dana Rp680 miliar untuk lima tahun ke depan guna pengembangan Universitas Pertamina. Untuk tahun pertama, alokasi dana Universitas Pertamina diproyeksikan senilai Rp80 miliar,” kata Umar Fahmi.

Menempati lahan seluas 6,5 hektare di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Universitas Pertamina akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2016/2017 pada Juli mendatang. Universitas Pertamina menawarkan 15 program studi strata-1, melalui 6 fakultas yang ada yakni, Fakultas Teknologi Eksplorasim Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Perencanaan Infrastruktur, Fakultas Sains, serta Fakultas Komunikasi dan Diplomasi.

“Kami bertekad untuk menciptakan lulusan yang kompeten untuk bersaing dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Tercapainya mobilitas sosial yang memiliki pengetahuan luas untuk menyelesaikan permasalahan nyata dalam masyarakat, juga menjadi sebuah hal yang ingin kami hasilkan. Selain itu, kami berharap bahwa lulusan Universitas Pertamina juga dapat menciptakan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat, negara, bangsa, dan peradaban.” jelas Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Wianda optimistis kapasitas dan pengalaman Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap bidang studi yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina. Mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan fondasi akademik yang kuat di setiap bidang studi tapi juga akan mendapatkan transfer of knowledge yang sangat berharga dari tenaga-tenaga pengajar yang berpengalaman pada kegiatan pengelolaan energi.

“Pada tahun 2021, kami menargetkan untuk membuka 5 program studi strata-2 untuk memberikan wadah yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk menimba ilmu. Visi kami adalah menjadikan Universitas Pertamina masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia pada tahun 2045. Universitas Pertamina diharapkan dapat menjadi special purpose vehicle dalam proses membentuk sumber daya insani yang mumpuni untuk membangun bangsa dan negara,” paparnya.

Hadir pula dalam acara hari ini, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia serta Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia yang menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ristek Dikti dan Pertamina. Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto, beserta manajemen Pertamina juga turut hadir dalam kesempatan ini.*

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *