oleh

Mimpi Rio Haryanto Tampil di F1 Terancam Gagal Karena Terlahir di Indonesia

Pembalap Rio Haryanto berkunjung ke kantor redaksi Bola.com di SCTV Tower, Jakarta, Jumat (31/7). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pembalap Rio Haryanto berkunjung ke kantor redaksi Bola.com di SCTV Tower, Jakarta, Jumat (31/7). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

JAKARTA I Mimpi Rio Haryanto Tampil di F1 terancam Gagal Karena Terlahir di Indonesia. Setelah Pemerintah melalui Kemenpora menyatakan bahwa usaha maksimalnya tidak membuahkan hasil untuk menggelontorkan dana yang cukup besar. Rio Haryanto baru mengantongi dana 1 juta euro dari 15 juta euro yang dibutuhkan untuk mengarungi balapan Formula 1 musim ini.

Seperti dikutip sindonews.com, PT. Pertamina Persero sebenarnya telah siap mengelontorkan dana sebesar 5,2 juta euro hanya menunggu kepastian dana sisa lainnya. Sedangkan dana sisa yang diharapkan dari Kemenpora melalui KONI Pusat sebesar Rp100 miliar atau 6,6 juta euro dari dana APBN 2016 belum jelas karena belum mendapatkan persetujuan dari Komisi X DPR RI, sementara Rio membutuhkan uang tersebut sesegera mungkin untuk membayarkan tanda jadinya ke Manor.

Manor Marussia telah mengumumkan satu driver utamanya untuk balapan Formula 1 (F1) musim depan. Lantas, bagaimana peluang pembalap Indonesia, Rio Haryanto, untuk merebut satu kursi
tersisa di Manor?

Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) angkat bicara soal peluang Rio masuk ke Manor. Kepala Komunikasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, menjelaskan Rio masih punya peluang besar merebut satu kursi tersisa di Manor.

Hal tersebut akan diketahui saat pihak Kemenpora, Rio, dan manajemen Rio di Kiky Sports menemui perwakilan Manor.

“(hari ini), rencananya ada pertemuan dengan tim Manor. Materinya apa, kami tak tahu. Di mana tempatnya? Ada lah. Yang pasti, sejak sore tadi, mereka sudah tiba di Jakarta,” kata Gatot dikutip dari Viva.co.id.

Selama ini, Rio sulit mewujudkan mimpinya ke F1 karena permasalahan dana. Uang sebesar 15 juta euro yang dibutuhkan untuk mengamankan satu kursi di tim asal Inggris tersebut tak kunjung di dapat.

Ada pun, uang sebesar Rp100 miliar yang diberikan Kemenpora lewat KONI, masih belum turun. Dan bantuan sponsor dari Pertamina senilai 5,2 juta euro, belum bisa keluar jika tak ada dana awal dari pihak
lain.

“Berat memang kalau mengandalkan MoU antara Kemenpora dan KONI. Perlu pembahasan yang panjang, melalui DPR. Apakah menggunakan dana APBN atau seperti apa,” terang Gatot.

Pria berkacamata tersebut pun mulai sadar bahwa peluang Rio ke F1 menipis. “Kami tetap berusaha,” jelas Gatot.

Masih ada satu pesaing Rio untuk bisa menembus tim Manor. Dia adalah Alexander Rossi. Peluang Rossi terbilang besar karena didukung finansial yang lumayan kuat.*

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *