oleh

Pelaku Pembunuhan Dengan “Sianida” Versi Muara Kuang Dibekuk

INDRALAYA I Pelaku pembunuhan dan pembegalan dengan menggunakan anggur dicampur putas terhadap siswa kelas 3 SMP Suka Cinta Kecamatan Muara Kuang bernama Sandri bin Sodri (15),warga Desa Sukajadi RT 4 Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan akhirnya berhasil ditangkap. Kedua pelaku yakni Wendi Syahputra bin Samsuri,(19) warga Desa Suka Cinta dan Ari bin Adit (21), warga Desa Ramakasih Kecamatan Muara Kuang OI.

Informasi yang dihimpun, tersangka Wendi Syahputra ditangkap didekat rumahnya Desa Suka Cinta Kecamatan Muara Kuang sekitar pukul 20.00 WIB kemarin. Saat itu tersangka bersembunyi di dalam sumur warga guna menghindari amuk massa.

Beruntung tersangka dapat diselamatkan anggota Polsek Muara Kuang pimpinan Kapolsek Muara Kuang Ipda Usman Tabroni yang saat itu tengah melakukan patroli.

Berselang beberapa jam kemudian sekitar pukul 00.00WIB tersangka Ari menyerahkan diri ke Polsek Tanjung Raja lantaran ketakutan di massa dan selalu terbayang wajah korban.

Kapolsek Muara Kuang Ipda Usman Tabroni menyatakan pihaknya saat ini sudah mengamankan sepeda motor vixion hitam yang dicuri tersangka dari korban.

Kapolsek melanjutkan bahwa sepeda motor tersebut sehari sebelumnya dititipkan tersangka Wendi di rumah pamannya di Desa Tanah Abang. Mendapati adanya informasi kehilangan sepeda motor itu akhirnya pamannya melaporkan perihal itu ke mapolsek Muara Kuang.

“Tersangka mengambil sepeda motor yang dipakai korban. Wendi dan Ari  menghentikan motor korban kemudian mengajak korban minum anggur merah yang telah dicampur sebungkus putas. Sementara tersangka meminum anggur merah lainnya yang tidak dicampur putas. Setelah meminum korban muntah 3kali dan badannya lemas jatuh telentang ke tanah. Bukannya mati, korban berdiri kembali dan berteriak memanggil ibunya. Melihat korban masih bergerak, tersangka terkejut dan langsung menutup dan mencekik leher korban sampai korban tak bernyawa,”jelas Kapolsek.

Setelah itu tersangka membonceng mayat korban ke arah sungai dan membuang mayat korban ke Sungai Ogan.

Atas perbuatan itu tersangka dikenakan pasal 365 ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan 15tahun penjara.

Sementara itu, orangtua korban Sodri Madsobri ditemui dirumahnya meminta penegak hukum dapat menghukum mati kedua tersangka karena telah menghilangkan nyawa anaknya.

“Kejadian yang menimpa anak saya ini sangat sadis sekali. Bahkan baru kali ini peristiwa sadis terjadi di desa kami ini. Nyawa harus dibayar nyawa. Pokoknya tersangka harus dihukum mati,”ucapnya.

Terpisah, tersangka Wendi dan Ari mengaku sebenarnya target pembunuhan bukan Sandri melainkan Ira atau Frengki. Namun saat itu yang mengendarai motor vixion adalah Sandri.

“Kami menyesal pak atas pembunuhan ini,”ujarnya. (ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *