oleh

Pria Ini Simpan Benda Keramat Turun Temurun

Didi Indawan, warga Ujanmas, Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan ini ternyata menyimpan peninggalan sejarah dari nenek moyangnya yang berasal dari suku Semende. Fhoto : rmolsumsel
Didi Indawan menyimpan peninggalan bersejarah dari nenek moyangnya yang berasal dari suku Semende. Fhoto : rmolsumsel

MUARADUA I Tidak banyak orang yang masih menyimpan benda peninggalan bersejarah, apalagi berupa artefak dilembar kulit kayu Kahas yang bertuliskan huruf Kaganga (huruf  hulu) Sumatera Selatan.

Didi Indawan, warga Ujanmas, Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan ini ternyata menyimpan peninggalan sejarah dari nenek moyangnya yang berasal dari suku Semende Kabupaten Muara Enim.

Benda bersejarah itu memiliki panjang 2 meter dan 12 lipatan yang memiliki tulisan huruf kaganga disetiap lembar bagian depan dan belakangnya.

Lembaran tulisan tersebut masih tersimpan rapih di rumahnya bersama sebuah keris peninggalan nenek moyang.

Peninggalan artefak kuno ini masih menjadi misteri terkait isi yang terkandung di dalam lembaran kulit kayu tersebut, apakah berupa pesan ataukah berupa amalan atau doa-doa.

Didi Indawan menuturkan,  terlepas tidak diketahui maknanya namun benda keramat tersebut biasa digunakan disetiap ada ibu melahirkan. Kemudian artefak tersebut biasanya diletakkan di atas kepala dan di gantung ke dinding.

“Bahkan sering dipinjam jika ada tetangga yang melahirkan, dan sampai sekarang saya tidak tahu maknanya apa,” tuturnya.

Menurutnya, saking penasaran dirinya mencari tahu darimana asal usulnya benda peninggalan tersebut.

“Menurut keterangan dari keluarga, artefak ini berasal dari warisan nenek moyang dari ibu,  yang sudah 7 generasi,” jelasnya.

Kata Dia, diperkirakan benda tersebut sudah ada sejak 300 tahun yang lalu.

“Kira-kira benda ini sudah ada sejak tahun 1.700 Masehi atau 3 abad yang lalu,” katanya.

Benda tersebut bukan hanya tulisan kayu lanjut Didi, dahulu masih banyak benda-benda peninggalan lainnya, seperti emas,  kain terbuat dari benang emas yang disimpan di dalam peti, namun semuanya hilang  karena dirampas saat zaman penjajahan Belanda. yang tertinggal hanya artefak tersebut.

“Saya penasaran dengan benda ini,  karena tidak semua orang dapat memilikinya, sebab yang memiliki artefak tersebut bukan orang sembarangan,” jelasnya. (rmolsumsel.com)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *