oleh

‘Kemenpora dan PSSI Harus Duduk Bersama’

Kemenpora, BOPI, dan PSSI diharapkan segera menyatukan visi demi sepak bola nasional. (CNN Indonesia/Haryanto Tri WIbowo)
Kemenpora, BOPI, dan PSSI diharapkan segera menyatukan visi demi sepak bola nasional. (CNN Indonesia/Haryanto Tri WIbowo)

JAKARTA I Hampir satu tahun sepak bola Indonesia mati suri karena pembekuan induk olahraga PSSI oleh Kemenpora yang berujung dengan sanksi FIFA. Kemenpora dan PSSI pun diminta untuk melepas ego dan duduk bersama menyelesaikan permasalahan sepak bola nasional.

Hal tersebut diungkap pengamat sepak bola nasional Anton Sanjoyo dalam diskusi terbuka bersama para awak media di Ruang Media Kemenpora, Jumat (5/2) sore. Hadir juga sebagai pembicara pemimpin redaksi CNNIndonesia.com Yusuf Arifin, dan staf biro hukum Kemenpora Yusuf Suparman.

“Kalau BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) ingin membenahi sepak bola dan PSSI, lihat dulu sejarahnya. Sejarahnya panjang. Sudahlah (PSSI dan Kemenpora) duduk bersama-sama untuk sepak bola, semua juga punya salah,” ujar Anton.

“Duduklah bersama. Menpora (Imam Nahrawi) ini sekarang Bapak kita semua, apa sih susahnya ketemu? Dan apa teman-teman di PSSI itu ‘baik’? Banyak yang tidak baik, tapi itu anak-anaknya Menpora juga.”

Anton mengatakan tata kelola sepak bola Indonesia harus segera dibenahi. Minimnya kepedulian terhadap pembinaan usia dini menjadi salah satu penyebab rusaknya talenta yang dimiliki Indonesia. Peran orang tua pun tak kalah penting.

“Hanya di Indonesia yang ada fenomena wasit dicekik. Karena apa? Karena para pemainnya tidak terbiasa berkompetisi dari kecil dan orang tua kurang berperan dalam mendidik anaknya dengan baik. Kalau membicarakan industri sepak bola yang baik, dasarnya harus dibenahi,” ucap Anton.

Sementara itu Yusuf Arifin berharap agar Indonesia dapat segera melakukan progresi ketimbang regresi terkait perbaikan tata kelola sepak bola.

“Kalau mau mengukur kemakmuran atau hal yang baik dari suatu negara, lihat dari prestasi olahraganya, karena itu juga refleksi dari kehidupan bernegara. Mereka (PSSI dan Kemenpora) harus bekerja sama, harus ada kesadaran bahwa ini untuk kepentingan bersama,” ujar Yusuf.

“Selama negara tidak mampu mengurus diri sendiri, percayalah sepak bola itu yang baik tidak akan terjadi. Duduklah bersama, bagaimanapun caranya,” sambungnya.(CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *