oleh

Penderita DBD Meningkat, Karang Taruna OKI Gelar Aksi Simpatik

Anggota Karang Taruna OKI, Melakukan Fogging Massal di Kecamatan Lempuing OKI.
Anggota Karang Taruna OKI, Melakukan Fogging Massal di Kecamatan Lempuing OKI.
//Lakukan Fogging Massal di Kecamatan Lempuing

KAYUAGUNG I Jumlah Penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKI jumlah penderita DBD hingga akhir Januari 2016 sekitar 181 warga yang dirawat akibat penyakit tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian, para pemuda yang tergabung dalam Organisasi Karang Taruna Kabupaten OKI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat melakukan fogging atau pengasapan massal. Aksi  simpatik ini dilakukan di Kecamatan Lempuing, Jum’at (5/2/2016).

Ketua Karang Taruna OKI, Mauliddini, SKM mengatakan aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian pemuda Karang Taruna OKI untuk membantu masyarakat menanggulangi penyakit Demam Berdarah.

“Ini bagian dari aksi nyata Karang Taruna, mengajak masyarakat untuk melakukan PHBS guna menanggulangi wabah DBD yang merebak saat ini,” ujar Deni.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan melakukan fooging rumah-rumah warga. serta tempat-tempat yang di menjadi sarang nyamuk, seperti got, selokan, dan tempat-tempat umum.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis, didampingi Kabid Yankes Ubaidilah mengaku, penderita DBD di OKI masih dalam jumlah normal jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menanggulangi penyebaran wabah DBD ini, kata Lubis, pihaknya juga intens melakukan fogging ke daerah-daerah endemis.  Dinkes juga membagikan bubuk Abate ke wilayah yang belum terserang wabah penyakit menular ini.

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran jentik-jentik nyamuk penyebab penyakit DBD. Seperti halnya yang dilakukan oleh organisasi karang taruna OKI. “ Kepedulian seperti ini juga agar dapat diltiru oleh organisasi lainnya, selain itu upaya pembersihan lingkungan juga agar dilakukan secara massal yang melibatkan camat dan kepala desa,”jelasnya.(Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *