oleh

Pertahun Empat Lawang Produksi Biji Kopi Sebanyak 250 Ton

TEBING TINGGI I Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Perkebunan Pertambangan dan Energi (Dishutbuntamben) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang menyebutkan,  produksi biji kopi kering pertahun oleh para petani di Empat Lawang mencapai 250 Ton. ” Iya setahun produksi biji kopi kering mencapai 250 ton dari 68 ribu hektar kebun kopi rakyat yang tersebar diseluruh Kecamatan,” ungkap Kepala Dishutbuntamben, H Susyanto Tunut, saat dibincangi wartawan REL di ruang kerjanya, kemarin

Dikatakannya, hasil biji kopi kering tersebut di jual ke provinsi Lampung dan bengkulu. “Untuk satu kilo biji kopi kering harganya Rp 18 ribu, itu harga yang sekarang, harga itu sudah stabil dari harga-harga jual yang ada,” katanya

Disisi lain, Susyanto Tunut berujar, pihaknya telah mengajukan Kemenkumham RI guna meminta hak paten untuk kopi khas Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati yakni jenis kopi robusta dengan merk Kopi Speciality. “Telah kita ajukan, kini tinggal menunggu hasilnya,” katanya.

Menurutnya, pengajuan hak paten tersebut dilakukan karena Kabupaten Empat Lawang yang merupakan salah satu Kabupaten penghasil kopi terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) itu belum ada yang dilegalkan menjadi kopi khasnya. “Mangkanya kami lakukan pengajukan hak paten itu, biar kalau ada yang mencicipi kopi jenis Speciality itu tau kopi tersebut produksi Empat Lawang,” pungkasnya (Ridi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *