oleh

Terkait Pembakaran Lahan, Manager PT RPP Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana Hari Ini

KAYUAGUNG I Hari ini Manager PT. Rosellindo Putra Prima (RPP), Paino (41) yang berlokasi di Kebun Dewa Kuala, Desa Sungai Sonor, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Akan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Selasa (2/2/2016).

Majelis hakim yang akan mengadili perkara tersebut diantaranya, Bambang Joko Winarno, Reza Oktaria dan H. Jelly. Sementara pihak kejaksaan negeri (Kejari) Kayuagung menunjuk Erwin SH dan Sholahudin, sebagai  jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus tersebut.

Kepala Kejari Kayuagung, Viva Hari Rustaman didampingi Kasi Pidum, Erwin mengatakan, setelah menerima pelimpahan berkas perkara dari unit pidana khusus (pidsus) Polres OKI, pihak kejaksaan langsung melakukan penelitian terhadap berkas perkara dan melengkapi berbagai hal untuk proses penuntutan.

“Kita sudah siap untuk sidang. Majelis Hakim PN Kayuagung menjadwalkan sidang hari ini, Selasa (2/2/2016). Terdakwa akan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, namun yang jelas semua sudah kita dirampungkan,” ungkapnya, Senin (1/2/2016).

Ditambahkan, semua bukti-bukti dan keterangan para saksi sudah dikumpulkan guna membuktikan kasus kebakaran lahan yang menjadi salahsatu penyebab kabut asap pada tahun 2015.

Terdakwa dalam kasus tersebut adalah Paino (41), Manager  PT. RPP Kebun Dewa Kuala, Desa Sungai Somor, Kecamatan Cengal OKI. Sudah ditahan oleh pihak penyidik Polres OKI sejak bulan September 2015.

Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP M. Zulkarnain didampingi Kasat Reskrim, AKP Dikri Olfandi mengatakan, pihaknya menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Manager Kebun Dewa Kuala yang baru menjabat sekitar tiga bulan itu.

“Manager itu bertanggungjawab terhadap operasional kebun. Diduga ada unsur kesengajaan terhadap pembakaran lahan, disamping kelalaian yang mengakibatkan kerusakan lingkungan,” katanya beberapa waktu lalu.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 108, sebagaimana dimaksud dalam pasal 56 ayat 1 Undang Undang (UU) No 39 tahun 2014, tentang perkebunan. Subsider pasal 108, sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 ayat 1 huruf h dan lebih subsider pasal 99 ayat 1 UU 32 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *