oleh

Sering Byar Pet Warga Empat Kecamatan di OKU Demo

Warga empat kecamatan di Kabupaten OKU. Fhoto : Deni A Syaputra
Warga empat kecamatan di Kabupaten OKU. Fhoto : Deni A Syaputra

BATURAJA I Penetapan Bupati OKU terpilih pada Pilkada OKU 9 desember 2015 lalu, dalam Paripurna Istimewa DPRD OKU, dihiasi dengan aksi demo Ratusan masyarakat dari 4 kecamatan di kabupaten OKU. Namun, aksi demo kali ini bukan terkait Pilkada maupun peenetapan bupati dan wakil Bupati OKU terpilih, melainkan karena permasalahan listrik. Hanya waktu dan lokasi saja yang nyaris bersamaan.

Seringnya pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PLN Ranting Baturaja dalam beberapa minggu terakhir membuat masyarakat kesal dan kemudian melakukan aksi demo di halaman gedung DPRD OKU. Aksi ratusan massa dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Peninjauan, Kedaton, Sinar Peninjauan dan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, hal ini terjadi, selain karena aksi demo yang melibatkan banyaknya massa, juga karena di Gedung DPRD OKU tengah dilakukan paripurna IStimewa penetapan bupti OKU terpilih, untuk disampaikan ke Kementerian dalam Negeri malalui Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sehingga  aksi massa tersebut harus tertahan hingga beberapa menit.

“Kami dari Forum Masyarakat Peduli Terang, menuntut pihak PLN agar tidak ada pemadaman yang tidak menentu yang sudah meresahkan” ujar Romzoni warga Kecamatan Peninjauan selaku koordinator aksi pada Senin ( 1/2/ 2016) di depan gedung DPRD OKU.

“Berhubung semua pejabat PLN dan pejabat yang lainnya ada di gedung DPRD, jadi saudara – saudara tidak perlu datang ke Kantor PLN, sampaikan di DPRD saja,” ujar salah seorang pejabat yang menyambut kedatangan pelanggan PLN.

Sambil Menunggu, warga yang terlibat dalam aksi ini pun dipersilahkan masuk ke halaman gedung DPRD OKU, mereka menyampaikan orasional di jalan raya depan gedung DPRD OKU.

“Kami minta penjelasan kepada managemen PLN, kenapa listrik di tempat kami setiap hari padam. Kami sudah tidak tahan dengan kondisi ini,” cetus Romzoni.

Para pejabat yang kebetulan pagi ini baru saja mengikuti paripurna pengesahan Bupati-Wakil Bupati OKU terpilih, langsung menyambut pendemo. Tampak diantaranya, Wakil Ketua DPRD Hj Indrawati, Ketua Komisi I Yopi Sahrudin, Anggota DPRD Fraksi PAN Mirza Gumay, Asisten I Mirdaili, Camat Peninjauan Feri Iswan, dan beberapa pejabat lainnya.

Tak hanya menerima dan menyambut kedatangan pendemo saja, beberapa pejabat diatas tampak ikut-ikutan menceramahi PLN lantaran membuat listrik di wilayah ini Byar Pet tak jelas.

“Pagi, siang, malam, tidak tahu jadwalnya selalu mati lampu. Coba bapak-bapak (PLN) seminggu disana (Peninjauan), dan rasakan sendiri. Kenyataannya memang seperti itu,” cetus Camat Peninjauan, Feri Iswan menimpali.

Sementara menyikapi aksi demo warga Peninjauan dan sejumlah kecamatan sekitarnya, managemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Baturaja tak mau menjadi pihak yang disalahkan terkait pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU),

“90 persen penyebab listrik PLN sering padam di OKU ini akibat gangguan alam. Gangguan alam dimaksud, salah satunya adalah tanam tumbuh yang mengganggu jalur atau jaringan listrik.”kata Muhammad Rizlani Manager PLN Area Lahat saat dikonfirmasi sejumlah awak media, di kantor PLN rayon Baturaja.

“Kalau pohon tumbang itu bisa kita bersihkan dalam waktu tiga jam. Tapi, kalau tiangnya bengkok atau patah, bisa sampai 12 jam,” tambahnya berkelit.

Rizlani mengklaim, saat ini petugas telah berupaya mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik dengan melakukan pemampasan pohon-pohon yang berada di dekat jaringan yang berpotensi roboh menimpa kabel sehingga mengganggu aliran listrik ke para pelanggan PLN.

Selain itu, pihaknya sudah mengirim surat ke pemerintah daerah hingga ke Kades perihal ini, namun disadari masih ada kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Sebab tak sedikit pohon-pohon yang dekat dengan jaringan ini merupakan pohon produktif. Seperti duku, durian, karet dan sawit, sehingga pemiliknya minta ganti rugi alias tidak mau membiarkan begitu saja pihak PLN memangkas tanamannya.

Bahkan beber dia, ada petugas PLN yang tidak diperbolehkan melakukan pemampasan dan dikejar-kejar masyarakat. Itu terjadi didesa Air Karas, Karang Dapi dan Air Itam. Dan parahnya lagi, malah ada warga yang pasang plang (stamp tidak boleh dipangkas oleh pemilih kebun), seperti terjadi di Desa Karang Dapo sampai simpang Mendala.

Tapi lanjutnya, ada juga permintaan dukungan pemangkasan pohon pada pihak PLN, seperti di Desa Air Karas, SP7, SP8, Karang Dapo, Kepayang dan Air Itam. “Surat ke Pemda dan kades sudah kita kirim, tapi tidak efektif. Mungkin sama-sama turun ke lapangan, itu lebih baik,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan bahwa panjang jaringan PLN di wilayah ini lebib panjang dari Baturaja – Palembang. “Itu jaringan kita yang harus diawasi. Tapi bagi kami itu bukan jadi alasan,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, persisnya mulai besok, pihaknya segera menerjunkan 50 personil yang diambil dari unit lain seperti tim dari Prabumulih, Pagaralam dll, untuk di BKO-kan melakukan pemampasan ke Peninjauan dan Kedaton. “Kita akan Pampas pohon yang bakal menimpa jaringan di wilayah itu. Target satu bulan kelar,” tandasnya. (deni A. Saputra)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *