oleh

Manager PT RPP Terancam 10 Tahun Penjara

KAYUAGUNG I Manager PT. Roselindo Putra Prima (RPP), kebun Dewa Kuala, Desa Sungai Somor, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Paino (41) terancam 10 tahun kurungan.

Tersangka didakwa atas peristiwa pembakaran lahan di Kabupaten OKI. Melanggar Undang Undang (UU) Lingkungan Hidup dan UU Perkebunan.

Hal ini terungkap dalam Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung. Dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erwin dan Solahudin, dihadapan majelis Hakim Bambang Joko Winarno, Reza Oktaria dan H. Jelly serta kuasa hukum terdakwa, Ofrizal Futrasila SH, Selasa (2/2/2016).

Dalam dakwaannya JPU mengatakan, terdakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dalam UU No 18/2004, tentang Perkebunan dan UU No 32/2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 108 UU Perkebunan dan pasal 99 UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Diancam kurungan penjara paling lama 10 tahun dan paling singkat tiga tahun,” ungkap JPU Erwin, sekaligus menjabat Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kayuagung.

Dijelaskan, jeratan UU dan pasal berlapis yang diterapkan, untuk  menimbulkan efek jera bagi pembakar hutan dan lahan. Baik itu perorangan maupun korporasi atau perusahaan.

“Terdakwa sebagai manajer kebun. Seharusnya bertanggungjawab dengan tupoksinya sebagai manajer kebun Dewa Kuala agar tidak sampai terjadi kebakaran, tetapi kenyataanya masih terjadi kebakaran,” ungkapnya lagi.

Ditemui usai persidangan, ketika ditanyakan adakah unsur kesengajaan atau kelalaian dari terdakwa. Erwin melanjutkan, semuanya akan terungkap dalam persidangan lanjutan.

“Apakah terdakwa lalai, sengaja atau yang lainnya, sehingga terjadi kebakaran lahan. Kita lihat nanti fakta-fakta persidangan, yang pasti ada 203,7 hektar lahan yang terbakar. Ancaman dari pasal-pasal yang didakwakan berdasarkan UU yang ada, terdakwa terancam penjara maksimal 10 tahun,” tegasnya.

Paino melalui kuasa hukumnya, Ofrizal Futrasila SH menanggapi dakwaan JPU. Pihaknya tidak akan mengajukan keberatan atau esepsi.

“Kami tidak mengajukan keberatan atau esepsi. Kami persilahkan majelis hakim untuk melanjutkan persidangan,” katanya.

Untuk diketahui, persidangan dengan agenda pemeriksaan dan keerangan para saksi akan digelar kembali pada hari Rabu (10/2/2016). (Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *