oleh

Jokowi Targetkan 7 Juta Wisatawan ke Candi Borobudur

Presiden Joko Widodo mengunjungi Candi Borobudur. (Dok. Rusman/Setpres)
Presiden Joko Widodo mengunjungi Candi Borobudur. (Dok. Rusman/Setpres)

JAKARTA I Banyaknya wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Candi Borobudur, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pihak terkait untuk mengembangkan kawasan wisata di Jawa Tengah itu. Sebab, menurut dia, potensi pasar wisatawan untuk Candi Borobudur sangatlah besar.

Jokowi minta pengembangan Candi Borobudur disiapkan dengan baik. Ia menginstruksikan agar pihak Kementerian Pariwisata berintegrasi dengan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama menggenjot potensi Candi Borobudur.

“Berkaitan dengan aksesibilitas, terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain, seperti Prambanan, yang juga warisan budaya‎,” kata presiden, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Tak hanya itu, kesiapan fasilitas juga menjadi bahasan Jokowi dalam rapat terbatas tentang ‘Percepatan Pembangunan Daerah Pariwisata Nasional Candi Borobudur’. Ia memerintahkan agar semua fasilitas dan pelayanan berstandar internasional, seperti toilet yang harus memenuhi standar bintang empat.

“Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4. Tapi juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. Standar-standar itu yg kita inginkan,” ujar Jokowi.

Untuk urusan hiburan, presiden meminta pihak pengelola menyiapkan koreografi yang baik. Koreografernya pun harus berkualitas dan dipilih dengan kurasi.

Hal tersebut bertujuan agar wisatawan yang datang tidak hanya melihat-lihat kemegahan Candi Borobudur saja, tapi juga mengetahui dan menikmati pagelaran seni budaya yang sudah disiapkan.

Ia meminta atraksi seni budaya dihadirkan setiap satu minggu sekali. Jokowi percaya kalau Indonesia tidak akan kehabisan seni budaya jika ditampilkan setiap minggu di Candi Borobudur.

“Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jateng dan DIY sudah lebih dari cukup. Kalau mau melebar se-Indonesia. Lebih banyak lagi produk-produk atraksi yang bisa kita munculkan,” kata dia.

Satu hal lagi yang diminta Jokowi untuk diperbaiki adalah manajemen pengelola Candi Borobudur. Berdasarkan informasi yang diterima presiden, sejauh ini ada empat manajemen yang terlibat mengelola Candi Borobudur.

Oleh sebab itu, ia mengatakan harus ada keputusan dan pembagian yang jelas untuk urusan tersebut. “Kalau kapal nahkodanya empat, biasanya memutuskannya bingung. Nah ini yang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya,” ujar Presiden.

Berdasarkan data yang diterima presiden, pada 2014 lalu, jumlah wisman yang datang ke Candi Borobudur hanya mencapai 250 ribu orang. Negara yang paling banyak menyumbang angka wisman di Candi Borobudur antara lain Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, Belanda, Jerman, dan Brunei, serta Tiongkok.

Sementara itu, untuk jumlah wisnus yang mengunjungi Candi Borobudur mencapai angka 2,2 juta pada 2014.

Data lain menyebutkan, pada 2015 kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur meningkat. Jumlahnya mencapai 5,67 juta orang dengan wisman sebanyak 466.935 orang.

Diharapkan jumlah kunjungan akan meningkat setiap tahunnya. Sehingga pada tahun 2019 bisa mencapai target 7 juta kunjungan wisman dan wisnus ke Candi Borobudur.(CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *