oleh

Terlelap Tidur, Tersangka Narkoba Ditangkap

Diamankan_Tersangka-Alamsyah-(kanan)-saat-diperiksa-penyidik-Polres-OI.
Diamankan_Tersangka-Alamsyah-(kanan)-saat-diperiksa-penyidik-Polres-OI.

INDERALAYA I Sedang tertidur lelap, Alamsyah,55, warga Desa Tanjung Lubuk Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI) ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres OI sekitar Jumat (29/1/2016) pukul 07.30WIB.

Selain menangkap DPO narkoba, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu-sabu, ratusan bungkus plastik bening, satu buah timbangan, uang tunai Rp3juta serta senjata api (senpi) berikut 14 butir peluru.

Informasi yang dihimpun dilapangan, penangkapan tersangka ini berawal dari informasi dari masyarakat.

Mendapati laporan itu, petugas langsung menuju kerumah tersangka dan melakukan penyergapan. Alhasil ketika akan dilakukan penggerebekan dikamar tersangka, rupanya tersangka tertidur pulas sehingga tidak menyulitkan petugas menangkap tersangka.

Melihat petugas sudah masuk dan mengepung rumah tersangka, akhirnya tersangka tidak bisa berkutik dan hanya bisa pasrah.

Setelah dilakukan pemeriksaan ke semua sisi rumah, akhirnya petugas berhasil menemukan satu paket narkoba yang terselip ditempat tidurnya dan ratusan bungkus plastik bening dan timbangan. Selain itu petugas juga menyita uang tunai sebanyak Rp3juta lebih yang diduga merupakan hasil penjualan narkoba.

“Kami juga melakukan penyisiran ke belakang rumah atau dapur tersangka. Alhasil kami menemukan senjata api berikut 14 butir peluru,”kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Denny Yono Putro melalui Kasat Narkoba AKP Ahmad Darmawan didampingi KBO Narkoba Iptu Sutanto.

Atas perbuatan tersangka, kini tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres OI guna mengembangkan kasus ini.

Akibat ulah tersangka, kata Kasat, tersangka dijerat pasal 114, 112, 144 No 35/2009 tentang narkoba dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara dan UU darurat No 12/51 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Alamsyah mengaku kalau senjata api itu bukan miliknya, melainkan milik rekannya bernama Rusli, warga Desa Putak.

“Senjata itu milik rekan aku pak yang sudah meninggal. Dio sudah meninggal dalam kasus perampokan pak. Sementara untuk narkoba sendiri saya beli dari Tedy, warga Tanjung Raja. Saya beli seperempat kantong seharga Rp3,3juta,”katanya. (ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *