oleh

Belajar Pengurangan dengan Media Lagu

JAKARTA I PAGI itu Ibu Siti Bahra bertanya pada para siswa, “Siapa tadi yang jajan bakso?” Beberapa siswa mengacungkan tangan.

“Nah mari kita hitung sama-sama, satu, dua, tiga… Ada berapa siswa yang jajan Bakso?” tanya ibu guru keras-keras.

“Sembilan!” siswa-siswa menjawab serempak.

Guru bertanya lagi, “Nah siapa tadi membeli Siomai?”

Beberapa siswa juga mengacungkan tangan. Mereka kembali menghitung dan menjumlah siswa yang makan Siomai. Guru kemudian menjelaskan bahwa hari ini mereka  akan belajar tentang penjumlahan dan pengurangan dari angka 1 sampai 10.

Guru kemudian memasang kertas plano berisi syair lagu berjudul Tekotek-kotek. “Sekarang kita bernyanyi lagu Tekotek-kotek ya!”

Guru mengajak sepuluh siswa maju ke depan lalu berbaris di belakangnya. Guru menaruh tangan kanan di depan mulutnya dengan jemari membentuk paruh ayam, tangan kiri diletakkan di pinggulnya sambil digoyang ke kiri dan ke kanan. Siswa-siswa diminta menirukan sambil bernyanyi. Suasana jadi riuh. Yang tidak diminta maju ikutikutan menari di tempat duduknya. Begini lagunya, Tekotek kotek. Anak ayam turun berkotek. Tekotek kotek. Anak ayam turun 10. Pergi satu, tinggal berapa? “Tinggal berapa anak-anak?” tanyanya lagi. Pas syair ‘pergi satu’, guru menarik satu siswa ke samping. Siswa-siswa serempak menjawab. “Tinggal sembilan!” Lagu itu diulang-ulang sampai tidak ada siswa tersisa. Mereka kemudian kembali ke kelompoknya masing-masing.

Kemudian guru membagi lembar kerja penjumlahan dan pengurangan. Siswa bekerja secara individu sambil sesekali bertanya kepada temannya, baik menjumlah, mengurangi maupun menulis hurufnya. Setelah pekerjaan siswa selesai, hasilnya dikoreksi bersama-sama.

“Siapa yang benar semua?” Beberapa murid mengacungkan tangan.  “Berapa jumlah siswa yang benar semua tugas ini?”

“Enam!” jawab siswa serempak.

Dengan pertanyaan ini, guru melangkah ke tahap terakhir pembelajaran yaitu penguatan terhadap pengetahuan yang telah didapatkan. Hasil karya siswa dalam lembar kerja kemudian beramai-ramai dipajang. Sebelum pembelajaran diakhiri, siswasiswa kembali menyanyi lagu Tekotek-kotek. (prioritaspendidikan)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *