oleh

Ogan Ilir Bebas dari Ormas Gafatar

NDRALAYA I Kapolres Ogan Ilir AKBP Denny Yono Putro memastikan Kabupaten Ogan Ilir saat ini bebas dari pengikut Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) maupun gerakan radikalisme lainnya. Ini terungkap saat kapolres menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh agama Kabupaten Ogan Ilir, di Mapolres OI, Kamis (28/1/2016).

“Ya, Alhamdulillah, Ogan Ilir saat ini kami yakini dan pastikan terbebas dari Ormas Gafatar dan paham radikalisme lainnya. Tentu kami beserta jajaran terus intens melakukan pemantauan dilapangan terkait keberadaan ormas terlarang itu,” kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Denny Yono Putro.

Menurut Kapolres, kepastian tersebut berdasarkan hasil laporan dari seluruh jajaran baik Polresm hingga polsek diwilayah hukum Polres OI termasuk hasil dari koordinasi dengan semua tokoh agama di Ogan Ilir.

Begitupun dilingkungan mahasiswa, lanjut Kapolres, sampai sejauh ini belum terdeteksi adanya pengikut Ormas Gafatar atau paham radikalisme lainnya dikalangan penerus bangsa tersebut.

“Kami juga pastikan dikalangan mahasiswa pun tidak ada namanya pengikut atau bergabung dalam paham radikalisme. Kami tentu akan berupaya maksimal melakukan pencegahan sedini mungkin,”terangnya.

Kapolres menambahkan, untuk mencegah paham radikalisme atau ormas Gafatar tumbuh di Bumi Caram Seguguk, pihaknya saat ini bekerja sama dengan tokoh masyarakat maupun agama mengimplementasikan kegiatan “Ngopi” yakni ngobrol perkara iman.

Program ngopi yang diperkirakan berdurasi satu jam itu bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memberikan pemahaman yang mudah dicerna hingga mampu menekan tindak kriminalitas yang ada di Ogan Ilir.

“Awal Februari program “Ngopi” dijalankan dengan melibatkan tokoh agama. Ada 5 kecamatan untuk mengawali program ini. Program ini mengajak masyarakat untuk membahas isu dilapangan sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat. Ini juga salah satu pencegahan paham radikalisme,” kata Kapolres.

Setali tiga uang, tokoh agama Ogan Ilir Ustad Muhammad Roni menambahkan di Ogan Ilir ini diyakini tidak ditemukan Ormas Gafatar atau paham radikalisme yang sangat merugikan masyarakat.

“Alhamdulillah, Ogan Ilir tidak ada Ormas Gafatar. Tapi tentunya kita harus berkoordinasi terus dengan pihak terkait lainnya termasuk Polres OI untuk mencegah masuknya paham tersebut,” ucapnya.

Dia menambahkan, pertemuan ini sebenarnya bukan hanya membahas Ormas Gafatar atau paham radikalisme lainnya, namun juga membahas program yang akan dijalankan Polres OI yakni ngobrol perkara iman. (ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *