oleh

Cegah Persekongkolan Tender Proyek, KPPU Gandeng KPK

JAKARTA I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah persekongkolan tender proyek pangan. Anggota KPPU Syarkawi Rauf menjelaskan telah menggelar diskusi terkait komoditas pangan dan pencegahan korupsi di dalamnya dengan tim komisi antirasuah, di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

“Mudah-mudahan KPPU dan KPK bisa bersama-sama berkoordinasi terkait persoalan fluktuasi harga pangan. Kami bicara tentang tender-tender infrastruktur yang persekongkolannya adalah secara horisontal bisa domain KPPU secara vertikal bisa domain KPK,” kata Syarkawi.

Syarkawi menjelaskan pihaknya telah melakukan dan akan menginisiasi sejumlah kajian ihwal komoditas pangan meliputi daging, ayam, kedelai, dan beras. Ia akan membongkar potensi monopoli dalam pengelolaan penjualan pangan.

“Pencegahan untuk menghindari persekongkolan pemenang tender saja bisa efisien 10 hingga 30 persen,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga mengupayakan beberapa program termasuk pendekatan melalui sosialisasi ke panitia tender dan pelaku usaha. Ia mengaku, penyelidikan awal yang telah digarapnya menunjukkan potensi kongkalikong antara pemerintah dengan pelaku usaha untuk memenangkan tender proyek pangan dan infrastruktur yang terkait.

Sejauh ini, KPK berhasil menguak skandal suap pengaturan kuota impor daging sapi yang melibatkan bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi terbukti menerima suap dari pengusaha daging sapi, Maria Elizabeth Liman.

Luthfi juga terbukti menerima janji pemberian duit sebanyak Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama. Sebagian uang tersebut yaitu Rp 1,3 miliar diterima melalui Ahmad Fathanah. Perbuatan Luthfi dipandang telah mencederai kepercayaan rakyat, khususnya pemilih yang mendukung dia duduk menjadi wakil rakyat.

Luthfi terbukti memuluskan Indoguna menjadi perusahaan pemenang tender.(cnnindonesia)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *