oleh

Disnakertrans Ogan Ilir Bangun Sarana Prasarana KTM

INDRALAYA I Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ogan Ilir tahun ini berencana akan membangun sejumlah sarana dan prasarana di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rambutan Kecamatan Indralaya Utara OI.  Pembangunan sarana dan prasarana bersumber dari dana APBN itu meliputi pengerasan jalan, perbaikan jembatan lama hingga kelengkapan lainnya.

“Kalau tidak ada aral merintang, dana yang bersumber dari APBN akan digunakan untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana di KTM Rambutan Indralaya Utara. Untuk besarannya belum dipastikan karena tergantung direalisasikan pusat,”kataKabid Pembinaan dan Pengembangan Usaha Transmigrasi Saili.

Dia mengaku pembangunan sarana dan prasarana akan dipusatkan di KTM Rambutan. Dengan adanya pembangunan itu diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat dalam menjalakan aktivitas sehari-hari.

Saat ini, masih kata dia, sarana dan prasarana yang ada di KTM Rambutan meliputi sekolah, puskesmas, masjid dan sarana dan prasarana penunjang lainnya.

“Untuk saat ini pembangunan di KTM mengunakan dana APBN. Menginggat keterbatasan anggaran yang dimiliki. Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa pembangunan yang akan menggunakan APBD,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OI, Afrizal Hasyim menambahkan dithaun 2016 ini pula pihaknya mengusulkan pembangunan Unit Pemukiman Transmigrasi Baru (UPTB) di Desa Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten OI. Usulan pembangunan UPTB tersebut  bertujuan membuka akses baru yang selama ini terisolir sekaligus melakukan pembinaan terhadap para transmigran yang ada.

“Tahun ini kami menyiapkan formula baru yakni pembangunan UPTB di Desa Muara Kuang ke Kementerian Transmigrasi. Kami siapkan lokasinya. Soal transmigran mana yang akan ditempatkan di OI, semua tergantung dari Kementerian Transmigrasi,”ujarnya.

Pada tahap awal, lanjut dia, pihaknya akan menempatkan transmigran sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Desa Muara Kuang. Para transmigran tersebut berasal dari transmigran lokal maupun luar OI dengan persentase 60% lokal dan 40% luar OI.

Penempatan para transmigran ini, kata dia, akan dilakukan secara bertahap tiap tahunnya sampai target sekitar 400 transmigran terpenuhi.(ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *