oleh

85 Koperasi di Kabupaten Ogan Ilir Mati Suri

INDRALAYA I Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan, UMKM (Diskoperindag) Ogan Ilir mencatat sebanyak 204 koperasi yang tersebar di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan sekitar 85 koperasi dinyatakan mati suri alias tidak aktif. Tidak aktifnya sejumlah koperasi tersebut lantaran minimnya sumber daya manusia (SDM), terutama yang mengelola koperasi.

“Kalau dilihat setiap tahun banyak permintaan masyarakat untuk membentuk koperasi. Tapi untuk mendirikan koperasi ini tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Karena pertimbangan paling utama ialah skil pengurus,” kata Kepala Diskoperindag OI, Tapip, Rabu (20/01/2016).

Menurut dia, rata-rata koperasi yang masih aktif berada di Indralaya, Tanjung Raja, Sungai Pinang, Rantau Panjang dan Tanjung Batu yang bergerak pada usaha simpan pinjam maupun usaha lain yang prospektif.

Dia mengaku, jika koperasi telah berdiri maka pihaknya akan intens memberikan pelatihan manajerial dan administrasi keuangan kepada semua pengurus koperasi.

“Pengurus koperasi baik itu tamatan SD, SMP maupun SMA tidak masalah. Asalkan mereka memiliki skill dalam pengelolaan keuangan dan administrasi koperasi. Mereka bisa menjadi pengurus koperasi. Tinggal ada kemauan dan semangat kerja tinggi,” tuturnya.

Sebelum terjun ke tengah masyarakat, kata dia, setiap koperasi harus terlebih dahulu mensosialisasikan ke masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui keberadaan koperasi itu, termasuk pula memiliki simpanan pokok dan wajib dengan minimal keanggotaan sekitar 20 orang.

“Ya, walaupun koperasi masih tidak aktif. Namun koperasi itu masih terdaftar disini. Kami tetap mendorong semua koperasi agar dapat menjalankan usahanya dengan optimal,”jelasnya.

Dia mengaku keberhasilan suatu koperasi itu tergantung dari para anggotanya sendiri. Jika anggota aktif, maka koperasi tersebut akan berkembang dengan sendirinya.

Begitu pun sebaliknya jika anggota koperasi tidak berjalan aktif, maka wadah koperasi pun tidak akan berfungsi secara maksimal.

“Untuk koperasi kecil minimal modal dibawah Rp50 juta, sektor menengah lebih dari Rp400 juta. Sementara koperasi besar minimal harus memiliki modal Rp600 juta,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD OI H Ahmad Yani menambahkan pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk dapat lebih memberdayakan koperasi melalui pemberian pelatihan, pembinaan guna peningkatan sumber daya manusia, khususnya pengurus koperasi.

“Koperasi  mapan tentunya akan sangat mudah mencari tambahan modal karena dana pinjaman tersebut diperkirakan akan berjalan atau bergulir sebagaimana yang diharapkan. Soal SDM, memang pengurus koperasi harus dibekali dengan manajerial dan penguasaan administrasi keuangan yang baik agar koperasi berjalan dengan optimal,” jelasnya. (St)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *