oleh

FIFA Harus Memberikan Sanksi Trio MSN Barcelona

BARCELONA I Pelatih tim nasional Chile Jorge Sampaoli mengaku sangat kagum dengan penampilan Trio MSN, Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar. Sampaoli bahkan berkelakar menyebut FIFA seharusnya memberikan larangan bertanding bagi Trio MSN.

Messi-Suarez-Neymar jadi aktor utama keberhasilan Barcelona merebut lima gelar musim lalu. Ketiga pemain tersebut sukses mengesampingkan ego masing-masing dan melebur jadi satu dalam tim. Menariknya, ketiganya tetap bisa tampil tajam di depan gawang lawan.

“FIFA harus ambil tindakan dalam hal ini. Hubungan pertemanan antara Messi, Neymar, dan Suarez adalah hal terburuk yang bisa terjadi di dunia sepakbola.”

“Messi saja sudah bisa memenangkan pertandingan seorang diri. Namun ia masih didampingi oleh Neymar dan Suarez sehingga trio ini sangat tidak ternilai. FIFA harus segera menghukum mereka,” ujar Sampaoli memberikan pujian sambil bergurau dalam interview dengan El Pais.

Menurut Sampaoli, kehebatan Trio MSN tak bisa dibandingkan dengan trio manapun di dunia ini, termasuk dengan trio BBC (Gareth Bale-Karim Benzema-Cristiano Ronaldo) yang dimiliki oleh Real Madrid.

“Perbedaan terbesar antara Trio MSN dan Trio BBC adalah, baik Bale, Ronaldo, dan Benzema tak mengalami peningkatan kualitas ketika mereka bermain bersama di lapangan.”

“Bila Ronaldo memulai aksi, maka aksi itu akan berujung padanya, begitu juga dengan Bale. Benzema akan coba mengambil peluang yang ada, namun ia sendiri tak bisa menciptakan peluang,” tutur Sampaoli memberikan penilaian.

Puji Guardiola dan Bielsa

Sampaoli sendiri telah mengukir sejarah sebagai pelatih pertama yang mampu membawa Chile jadi juara Copa America. Atas prestasinya itu, Sampaoli masuk nominasi pelatih terbaik 2015 meski akhirnya kalah dari Luis Enrique.

Berkaitan dengan profesinya sebagai pelatih, Sampaoli menunjuk Pep Guardiola dan Marcelo Bielsa sebagai pelatih yang dikaguminya.

“Guardiola dan Bielsa merupakan dua pelatih yang sukses membuat para pemain menaruh kepercayaan besar terhadap mereka. “

“Keduanya berbeda gaya, satu memeragakan serangan langsung dan lainnya fokus pada ball possession, namun keduanya menganut paham sepakbola menyerang. Saya banyak belajar dari mereka,” kata Sampaoli. (cnnindonesia.com)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *