oleh

Puluhan P3N Palembang Minta Fungsinya Diaktifkan Kembali

PALEMBANG I Puluhan Pembantu Pegawai  Pencatat Nikah (P3N), Senin (18/1/2016) mendatangi Komisi IV DPRD Palembang. Kedatangan mereka untuk meminta bantuan dewan agar P3N  diaktifkan kembali.

Seperti diketahui berdasarkan Instruksi Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimmas) No DJ II/I/ 2015, yang inti isinya  fungsi P3N dikembalikan  ke petugas penghulu  dan Kepala Kantor Urusan Agama. Jadi P3N tidak diaktifkan lagi.

Puluhan P3N tersebut lalu diterima pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Palembang. Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Palembang, HM Alfajri Zabidi. Sueb, salah satu perwakilan P3N mengungkapkan, pihaknya berharap agar fungsi P3N diaktifkan lagi.

Untuk itulah pihaknya berharap pihak dewan maupun Kemenag dapat mencarikan solusi terkait keinginan mereka.”Tinggal sekarang mencari celah untuk memungkinkan P3N eksis kembali. Karena kita kan diangkat berdasarkan Peraturan Menteri Agama. Sedangkan sedangkan pengembalian fungsi justru didasarkan pada instruksi Dirjen,” ujarnya.

Terkait itu lanjut  Sueb, pihaknya yakin di provinsi dan daerah lain P3Nnya masih aktif. “Sekarang kita minta solusi dan dukungan dari bapak-bapak anggota dewan komisi IV,” harapnya.

Sedangkan Sekretaris Komisi IV, Syafran Syarofi yang memimpin pertemuan itu mengatakan, pihaknya mendukung langkah P3N. “Tinggal dicari aturan yang pas agar P3N bisa tetap eksis. Selain itu, terkait keluhan P3N ini, kami komisi IV akan menyampaikan hal ini ke Pemkot melalui Wali kota langsung termasuk juga disampaikan ke Pemprov,” tandas Syafran.

Selain itu langkah lainnya kata Syafran, yakni mejudisial review instruksi Dirjen tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Yang jelas kita selaku dewan akan mendukung keinginan P3N tersebut tak bisa dipungkiri tenaga P3N saat ini masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara Kakankemenag Palembang, HM Alfajri Zabidi mengatakan, pihaknya juga tak menutup mata atas keluhan  P3N tersebut dan pihaknya akan menampung keluhan dan keinginan P3N untuk disampaikan ke Kemenag pusat. “Saat ini, jumlah P3N sebanyak 142 orang dan masih bertugas  tinggal  5 orang saja. Sementara interval orang menikah dari 1000 hingga 1200 pasangan tiap bulannya. Tentu ini harus membutuhkan tenaga yang akan menikahkannya,” pungkas Alfajri.(Supardi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *