oleh

Jejak Langkah Sutradara ‘Jumanji’ Jake Kasdan

Rencana Sony Pictures membuat remake Jumanji disambut suka cita oleh penikmat film. Namun terpilihnya Jake Kasdan sebagai sutradara menimbulkan rasa penasaran.

Sejumlah pertanyaan pun bermunculan: Siapa gerangan Jake? Mampukah ia mengulang suksesJumanji versi pertama yang digarap sutradara kawakan Joe Johnston pada 1995?

Dengan rentang dua dekade, tentu saja penikmat film berharap Jumanji versi baru kelak lebih seru dibanding versi lawas yang dibintangi Kirsten Dunst dan Robin Williams.

Film karya Jake memang baru segelintir, tapi kiprahnya tak bisa disepelekan. Sebagaimana dikabarkan laman Tribute, bakat sinema pria 41 tahun ini sudah diasah sedari kecil.

Jake mewarisi bakat sinema dari ayahnya, Lawrence Kasdan, salah satu penulis naskah Star Wars: Force Awakens. Sejak usia lima tahun, ia sudah berhasrat menjadi sutradara.

Di usia 17 tahun, Jake melakoni pekerjaan profesional pertamanya sebagai asisten produksi film Grand Canyon (1991). Di sekolah pun aktif di kegiatan ekstrakulikuler teater.

Jake sempat mendokumentasikan film ayahnya tentang pejudi Wyatt Earp, pada 1994, sebelum menyutradarai film fitur pertamanya, Zero Effect (1998), sebelum genap 25 tahun.

Salah satu film Jake yang terkenal, Orange County (2002), dibintangi Jake Black. Terbukti, Jake tak sekadar menerima warisan bakat sinema, namun juga memiliki keunikan dan potensi.

Kini, Jake siap mengerahkan potensinya untuk menggarap remake Jumanji yang berkisah tentang kutukan papan permainan. Proyek film ini sudah dirancang sejak empat tahun lalu.

Dalam menggarap Jumanji versi baru, Jake didukung penulis naskah Zach Helm, juga Scott Rosenberg, Andre Nemec dan Josh Appelbaum yang berpengalaman membuat Teenage Mutant Ninja Turtle.

Proses produksi Jumanji versi baru, menurut Movie Web, menjadi prioritas Sony Pictures untuk bisa segera direaliasikan, dan diharapkan melampaui sukses versi lawas yang meraih pemasukan US$262 juta.

Jumanji versi baru bakal dibintangi Kim Dickens, Eva Green, Samuel L. Jackson, dan Asa Butterfield. Sejauh ini, belum diketahui garis besar ceritanya. (cnnindonesia.com)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *