oleh

Ini Identitas Tujuh Jenazah Ledakan Thamrin

JAKARTA I Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak menyebutkan beberapa nama orang-orang yang meninggal dalam aksi teror bom dan baku tembak di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu.

Musyafak mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), ada tujuh orang yang dinyatakan meninggal di tiga lokasi dalam kejadian tersebut.

“Lokasi pertama di Pos Polisi Lalu Lintas Sarinah ada tiga orang. Pertama dengan kode 001 teridentifikasi atas nama Rico Hermawan. Teridentifikasi secara primer, yaitu dengan sidik jari,” ujar Musyafak dalam keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Musyafak mengatakan dua orang meninggal lain yang ada di Pos Polisi Lalu Lintas Sarinah, yaitu Sugito dengan kode 002 dan Dian Joni Kurniadi dengan kode 003 juga teridentifikasi dari sidik jarinya.

Lebih lanjut, di lokasi kedua yang berada di halaman Starbucks Cafe, Musyafak mengatakan ada tiga orang yang juga dinyatakan meninggal.

Orang pertama bernama Muhammad Ali dengan kode 006 yang teridentifikasi dari sidik jarinya dan tanda-tanda lain yang tidak disebutkan. Orang kedua bernama Afif alias Sunakin dengan kode 004 yang teridentifikasi dari data sidik jari milik Kepolisian yang diserahkan kepada tim DVI.

“Orang ketiga bernama Amer Auali Taher dengan kode 005 yang teridentifikasi lewat sidik jari yang ada di paspornya. Kebetulan di sakunya ada paspor,” ujar Musyafak.

Sementara itu, seorang lain yang meninggal dengan kode 007 bernama Ahmad Muhazan Bin Saron yang berada di dalam Starbucks Cafe.

“Kondisi perut dan dada korban terakhir terkoyak. Sangat-sangat dekat dengan pusat ledakan,” ujar Musyafak.

Musyafak mengungkapkan seluruh identitas tersebut juga dipastikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dari nama-nama yang sudah disebutkan tersebut. Sejak semalam, sudah ada lima keluarga yang telah datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, tempat para jenazah disimpan dan diidentifikasi. (cnnindonesia.com)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *