oleh

Komunitas Masyarakat Kedah Malaysia Berkunjung Ke Palembang

PALEMBANG I Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Penang melakukan kunjungan kerja ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Kamis (14/1/2016), bersama dengan puluhan rombongan yang berasal dari komunitas masyarakat provinsi Kedah, Malaysia.

“Kunjungan ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat Kedah bahwa Palembang punya banyak kesamaan dengan Kedah. Bukan hanya sejarah yang sama, tapi juga ada beberapa kuliner yang sama,” ungkap Vice Consul for Information, Social dan Cultural Affair, Isana Mandasari, saat diwawancarai wartawan, di kantor pemko, Kamis (14/1/2016).

KEDAHBukan hanya sejarah dan kuliner, sambungnya, dengan adanya kunjungan ini bisa meningkatkan pemahaman antara kedua bangsa yang pada jaman dahulu merupakan saudara serumpun.

“Diharapkan juga ada kerjasama ekonomi dan kerjasama di bidang lainnya antara kedua negara ini. Seperti contoh pembukaan jalur penerbangan langsung dari Palembang – Penang atau Palembang – Kedah. Itu kan dapat bermanfaat untuk kedepannya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Masyarakat Kota Alor Setar Provinsi Kedah, Datuk Arifin Aziz mengatakan, kunjungan ke Palembang bertema wisata religi dan wisata kuliner. Ada beberapa kelebihan dari Palembang yang juga terkenal di Provinsi Kedah.

“Di Kedah sejarahnya banyak peninggalan budaya hindu, di Palembang sejarah budayanya banyak Budhist. Tapi, kedua daerah ini sama-sama mengalami kebangkitan Islam bersamaan dengan melalui para wali yang menyampaikan tentang ajaran islam, seperti contoh Sultan Mahmud Badarrudin. Selain itu juga, disana punya kitab jawi yang dijadikan rujukan kami yang dibuat oleh Syekh Abdul Somad Alpalimbani ,” tuturnya.

Sedangkan seperti makanan, sambungnya, di Kedah juga banyak makanan dengan olahan Ikan Patin, Durian, dan berkuah santan. “Disana juga ada kita patin, biasanya makan dengan duren yang sudah difermentasikan (tempoyak) dan juga makanan disana identik berkuah santan seperti di Palembang,” imbuhnya.

Katanya, sudah seharusnya kita sebagai bangsa yang serumpun bangga dengan kebudayaan yang dimiliki. Bukan malah membanggakan budaya luar apalagi budaya bangsa barat. “Kita ini harus melestarikan budaya yang kita punya, jangan sampai kita melupakan sejarah yang sudah ada sejak jaman dahulu. Karena kita tidak bisa hidup dengan melupakan sejarah yang akan diwariskan kepada generasi penerus,” tandasnya. (Supardi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *