oleh

Dana Alokasi Khusus SD Diknas Ogan Ilir Turun Signifikan

INDRALAYA I Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi Sekolah Dasar (SD) yang digelontorkan pemerintah pusat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir melalui Dinas Pendidikan Ogan Ilir tahun 2016 mengalami penurunan signifikan dibandingkan alokasi DAK yang diterima tahun 2015 dari Rp8miliar menjadi Rp1,1miliar. Penurunan alokasi DAK itu menandakan sudah mulai membaiknya pembangunan gedung SD yang ada di Bumi Caram Seguguk.

“Ya, otomatis ​bila ​terjadi penurunan alokasi DAK menandakan sudah terpenuhinya semua program pembangunan khususnya pembangunan tingkat SD, baik secara infrastruktur maupun sarana prasarana​. Secara perlahan kami berharap alokasi dana DAK yang dikucurkan ​ itu dapat memberikan​ stimulus bagi perkembangan dunia pendidikan,”kata Kepala Dinas Pendidikan OI Sudharta Selasa (12/01/2016).

Menurut dia, dana DAK sebesar Rp1,1miliar yang diperuntukkan bagi SD itu sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan. Apakah akan digunakan untuk pembangunan rehab sekolah atau pembelian mobiler sekolah.

Secara overall, masih kata dia, jumlah unit SD di OI mencapai ​249unit. Sedangkan SMP ada sebanyak 78 unit, SMA 33 unit dan SMK 15 unit, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Memang secara nominal dana DAK tiap tahun cenderung menurun. Hal itu bisa disebabkan imbas dari rendahnya dana bagi hasil yang digelontorkan pusat. Namun kami berharap ada opsi lain untuk menarik dana pusat untuk pembangunan rehab sekolah di OI seperti mengusulkan rehab melalui bantuan sosial (bansos) Kementerian Pendidikan,”jelasnya.

Dia melanjutkan untuk mengetahui baik atau tidaknya infrastruktur maupun mobiler tiap sekolah, saat ini sudah dapat terpantau melalui data pokok pendidikan yang dapat diketahui secara online. Implementasi data pokok pendidikan itu sebenarnya sudah dijalankan sejak 2015 lalu yang dimonitoring langsung Kementerian Pendidikan.

“Perbaikan gedung sekolah dengan menggunakan APBD tetap ada. Hanya saja, kami menggunakan skala prioritas. Jadi, sekolah yang dianggap mendesak, kami lakukan perbaikan,”katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Subsidi Diknas OI Sayadi menambahkan apapun yang menjadi usulan sekolah baik rehab berat, sedang maupun ringan, tentu pihaknya tetap mengakomodirnya.

“Ada tim kami turun ke lapangan untuk merencanakan rehab sekolah itu. Memang dana DAK SD tahun ini hanya Rp1,1miliar. Kecilnya dana DAK itu karena hampir semua sekolah SD di OI ini sudah layak digunakan. Bahkan jika dipersentasekan dari 249 gedung SD, paling hanya 0,08% tak layak dan butuh perbaikan. Kalau tingkat SMP dan SMA memang sudah sejak beberapa tahun lalu nihil anggaran,”ujarnya.

Kendatipun dana DAK SD tahun ini kecil, lanjut dia, namun ada alternatif lain untuk memenuhi usulan memperbaiki gedung sekolah yakni dengan memanfaatkan bansos Kementerian Pendidikan.

​”Semua usulan yang masuk direspon positif Kementerian Pendidikan. Tahun ini pun kami tetap memanfaatkan bansos untuk perbaikan dan melengkapi sarana prasarana sekolah,”terangnya.(st)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *