oleh

Permohon Pembuatan Pasport di Palembang  Menurun

PALEMBANG I Akibat tidak stabilnya kondisi ekonomi di Indonesia berdampak langsung pada pembuatan pasport, pasalnya para pemohon pembuat pasport mengalami penurunan pada tahun 2015 dibandingkan pada tahun 2014 lalu.

“Pada tahun 2014  pembuat pasport mencapai 42613, sedangkan pada pada tahun 2015 hanya mencapai  35109, ini terjadi penurunan yang sangat signifikan,”kata Sarwono Tutuk Indrianto, Kasi Informasi dan Saran Informatika Imigrasi Palembang, Senin (11/1/2016).

Menurut Sarwono, terjadinya penurunan pembuatan pasport salah satunya karena kondisi ekonomi yang sedang tidak baik, untuk itu masyarakat menunda bepergian ke luar negeri untuk refreshing maupun jalan-jalan.

“Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan, mungkin masyarakat membuat pasport di daerah lain, karena membuat pasport tidak harus berdasarkan domisili,”ujar dia.

Imigrasi Palembang melayani empat daerah yaitu Kota Palembang, Prabumuli, kabupaten OI dan OKI,  dan yang paling penting pihaknya terus melakukan perbaikan pelayanan, sehingga masyarakat diberi kemudahan dalam membuat pasport.

“Biaya membuat pasport Rp 355 jika lebih dari itu namanya pungli, jika ada yang melakukan pungli silakan melapor, dan yang pasti jika syarat dalam memenuhi pasport maka hanya memakan waktu 3 hari,”jelas Sarwono.

Tidak hanya pembuat pasport yang mengalami penurunan, karena pada tahun 2015 warga negara asing (WNA ) yang datang mengunjungi Palembang baik itu sebagai wistawan maupun bisnis mencapai 8155, sedangkan pada tahun  2014  cukup tinggi yang mencapai 10976.

“Kami melakukan pengecekan di bandara sebagain besar penumpang melalui bandara adalah wisatawan dan para pengusaha, sedangkan yang melalui pelabuhan adalah para kru kapal yang akan melakukan pelayaran ke negara lain melalui lalulintas Sungai Musi Palembang,”tukasnya. (Supardi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *