oleh

Pagi ini Banmus Tentukan Jadwal Pelantikan Ade Komarudin Sebagai Ketua DPR

JAKARTA I Rencana Dewan Perwakilan Rakyat melantik calon ketua mereka, Ade Komarudin dari Fraksi Golkar, akan dibahas lebih dulu pada Rapat Badan Musyawarah DPR pagi ini, Senin (11/1), sebelum disahkan di rapat paripurna pembukaan masa sidang.

Meski pencalonan Ade Komarudin ditentang oleh Golkar kubu Agung Laksono, hal itu dianggap bukan masalah oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Demikian pula terkait dampak Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM yang mencabut kepengurusan Agung. Itu pun dinilai Fakri tak jadi soal.

“Kalau soal SK, sudah selesai (perdebatannya), karena apapun kontroversinya, yang diakui Munas Pak Aburizal,” kata Fahri.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, surat penunjukan Ade untuk menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR telah masuk ke meja pimpinan DPR dan sudah pula dibacakan pada rapat paripurna sebelum reses bulan.

Dengan demikian, kata Fahri, pagi ini Bamus hanya tinggal menentukan jadwal pelantikan Ade Komarudin.

“Paripurna digeser agak siang sedikit. Bamus rapat pukul 09.00 WIB, paripurna pukul 11.00 WIB,” kata Fahri.

Hal berbeda dikemukakan Pelaksana Tugas Ketua DPR Fadli Zon. Sebelumnya politikus Gerindra itu menyatakan pelantikan Ketua DPR belum bisa dipastikan hari ini.

“Harus dibahas dulu dalam Bamus. Yang jelas Senin ini pembukaan masa sidang saja dulu,” ujar Fadli.

Pencabutan SK kepengurusan Golkar Munas Ancol kini kembali memperuncing konflik partai beringin. Kedua kubu lagi-lagi memperdebatkan legalitas kepengurusan partai.

Golkar kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie menunjuk Ade Komarudin sebagai Ketua DPR, sedangkan Setya Novanto yang mundur dari posisi itu akan diberi posisi strategis sebagai Ketua Fraksi Golkar.

Baik penunjukan Ade Komarudin, terlebih Setya Novanto sebagai Ketua Fraksi Golkar, ditentang kubu Agung Laksono.

Apapun, Setya Novanto telah merombak kursi kepemimpinan Fraksi Golkar, juga komposisi legislator Golkar di alat kelengkapan dewan DPR.

Perombakan itu, menurut Wakil Ketua Umum Golkar Munas Bali Ahmadi Noor Supit, akan berjalan mulus karena pimpinan DPR pun selama ini merupakan sahabat-sahabat serta loyalis Setya Novanto.

“Karena pimpinan DPR adalah kelompoknya Setya Novanto, bisa saja secara subjektif mereka memaksakan surat itu (perombakan struktur Fraksi Golkar) dibacakan hari ini,” ucap Supit.

Meski tak lagi Ketua DPR, pengaruh Setya Novanto tak lantas pudar. (cnnindonesia.com)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *