oleh

Permudah Siswa Belajar Bilangan Dengan Wayang

JAWA TENGAH I Pagi itu, Ibu  Agung dan Ibu Mulyani praktik mengajar di kelas 2 SDN Tanggulrejo, menggunakan media wayang bilangan untuk mengajarkan kompetensi dasar mengurutkan bilangan dari terkecil ke bilangan terbesar, menulis kalimat sederhana, menggunakan huruf sambung, dan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta tanda titik.

Wayang bilangan ini terbuat dari pelepah pisang (gedebok), bekas tusuk sate, kaleng bekas biskuit, dan kertas. Barangbarang tersebut kemudian mereka jadikan wayang bernama Upin, Ipin, Ikhsan, dan Mail. Mereka menjadikan wayang tersebut permainan yang membelajarkan.

“Silakan kalian urutkan bilangan berikut dari yang terkecil ke yang terbesar? 25, 27, 26, 28,” pinta Ibu Agung setelah menuliskannya di papan tulis. Hal tersebut diajarkan sampai siswa dirasa paham.

Selanjutnya guru mengajak mereka mencari dan menemukan harta karun di luar kelas. Ibu Mulyani mengajak siswa menyanyikan lagu ‘naik kereta api’ sambil ke luar ruang kelas dengan berbaris berpegangan pundak menyerupai gerbong dan lokomotif kereta api. Siswa yang di depan sebagai masinis mencari harta karun yang berisi alat dan bahan untuk membuat wayang.

Setelah ketemu, mereka menyusun potongan-potongan bahan untuk membuat wayang dan menyusunnya. Setelah tersusun, siswa dalam kelompok mengurutkan angka yang menempel di wayang lalu menancapkan sesuai urutan yang benar di pelepah pisang. Kegiatan tersebut dilakukan dengan berkompetisi antara kelompok satu dengan yang lain.

Setelah selesai, mereka masuk kembali ke kelas dengan posisi seperti gerbong kereta api dan bernyanyi. Kemudian, guru bercerita tentang tokoh dalam wayang tersebut. Awalnya guru membacakan ceritanya secara utuh, kemudian mengulangnya kembali secara perlahan untuk membelajarkan siswa menulis dengan baik dan benar.  Terakhir siswa membacakan hasil tulisannya.(Prioritaspendidikan.com)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *