oleh

Akun Porno di Line Resahkan Orang Tua

LINEJAKARTA I Sophie kaget bukan kepalang. Di timeline Line miliknya mendadak muncul sebuah akun dengan awalan nama ‘sex..’ yang menampilkan adegan tak senonoh dari dua orang dewasa. Dia pun kaget karena tak merasa mengikuti akun tersebut.

“Kaget karena saya tak pernah ikut akun atau grup porno tersebut. Kok tiba-tiba nongol di lini masa saya Selama ini saya pikir Line itu aman dari hal-hal begini, nyatanya tidak. Saya perlu waspada dan teliti lagi, nih,” risaunya.

Dia memang sangat risau, karena selain dianggap Line aman, anaknya yang berusia 9 tahun juga diizinkan menggunakan akun Line untuk berkomunikasi dengan dirinya. Tentu saja setelah kejadian ini, dia enggan lagi menggunakan Line untuk anaknya tanpa pengawasan.

“Pastinya, karena risau juga. Dalam pikiran saya kan Line itu tidak seperti layanan pesan instan lainnya. Sticker dan permainan sih yang membuat saya berpikir demikian,” katanya.

Berdasarkan penelusuran, ternyata apa yang menimpa Sophie bukanlah ‘kesalahan’  darinya. Sebab, akun porno tersebut hasil like dan share dari salah satu kawan di daftar teman miliknya.

Ketika dicoba untuk di-search melalui hasil pencarian menggunakan kata-kata khusus seperti ‘Sex dan Seks’ tidak ditemukan akun porno yang dimaksud.

Sampai berita ini ditayangkan, CNN Indonesia masih mencoba mendapatkan komentar dari pihak Line Indonesia terkait masalah tersebut.

Apalagi sebelumnya, aplikasi asal Korea Selatan tersebut sempat diprotes juga, karena menampilkan stiker dewasa. Seorang warga Bogor, Gioveny Astaning Permana, yang kemudian membuat petisi digital sebagai bentuk protes terhadap Line lewat Change.org, bertajuk, “Semoga LINE Indonesia dan seluruh pemilik aplikasi di Playstore baik pengunduh maupun creator mau menyaring konten dan membuat kebijakan yang memegang prinsip hak anak (Convention on the Rights of the Child’s)”.

Dalam petisi tersebut, Gioveny menyatakan, “Semakin saya perhatikan sticker LINE ini cenderung mendukung ke gambar-gambar dewasa yang tidak aman dan belum layak untuk anak-anak dan seharusnya anak-anak tidak melihat.”

Sejumlah stiker yang ia anggap mengandung gambar tak layak dikonsumsi anak-anak, antara lain “So much love, Short couple problem, Him & her, Lily & Marigold, Romantic memories, Love lasting forever, dan Hugs and kisses.

Stiker-stiker tersebut, dikatakan Gioveny, berada di deretan 50 stiker paling populer. Gioveny berharap pengelola Line menyaring konten-konten macam itu, terlebih fitur stiker itu sendiri. (cnnindonesia.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *