oleh

Pemkab OKI Akan Revitalisasi Sembilan Pasar pada 2016

KAYUAGUNG I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan (BP2K)  Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), pada tahun 2016 akan merevitalisasi sebanyak sembilan Pasar yang tersebar di OKI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan kenyamanan para pedagang.

Kepala Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan (BP2K) OKI, Tohiryanto mengungkapkan, kesembilan  pasar tersebut, selain ada yang dibagun gedung baru, juga direhap karena dianggap sudah tidak layak untuk pedagang.

“Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat yang selama ini merasa kurang nyaman saat berbelanja di pasar. Karena kondisi pasar yang sudah tidak layak, sehingga pasar tersebut kita revitalisasi,” katanya, Senin (21/12/2015).

Dia merincikan, sembilan pasar yang akan direvitalisasi pada tahun 2016 itu adalah gedung bertingkat Pasar Kayuagung, Pasar Desa Seberuk,  Pasar Tugumulyo, Pasar Pedamaran. Kemudian Pasar Mesuji Makmur, Pasar Tulung Selapan. Ditambah, pasar di sepanjang jalan-jalan alternatif Kayuagung-Palembang, yakni pasar Awal Terusan,  Air Itam dan Lingkis Jejawi.

“Pasar bertingkat Kayuagung akan kita revitalisasi, karena Posisi kios tidak representatif bagi pedagang. Seluruh kios sebanyak 72 kios di lantai dua akan dibongkar dan kita ubah posisinya. Kita buat lagi kios yang representatif, hingga jumlah kios bertambah menjadi 84 kios,” katanya lagi.

Dia mengakui, selama ini pasar bertingkat Kayuagung masih sepi lantaran tidak representatif. Sebagian kios tersebut, milik orang-orang yang pernah menjadi pejabat di Kabupaten OKI. Karena tidak difungsikan, sebagian sudah diambil alih.

“Kita berharap, setelah kita revitalisasi kios yang ada di lantai dua bisa ramai. Lantai dua kita khususkan untuk counter hp yang selama ini berada di lantai dasar shoping center,” jelasnya.

Dilanjutkan, pembangunan pasar menggunakan dana APBD OKI dan APBN. Ada empat pasar yang dibangun menggunakan dana APBN, yakni Pasar Awal Terusan, Pasar Desa Seberuk, Pasar Lingkis Jejawi dan Pasar Tulung Selapan.

“Khusus Pasar Tulung Selapan akan dibangun bertingkat, karena memang saat ini kondisinya sudah tidak layak dan semerawut,” ungkapnya.

Apalagi, masyarakat pengguna jalan alternatif sering mengeluhkan keberadaan pasar kalangan di sepanjang jalan membuat macet lalu lintas.

“Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Pemerintah akan menggeser pasar tersebut agar tidak memacetkan lalu lintas. Yaitu dengan membangun pasar yang memadai,” ujarnya.

Beberapa titik pasar yang sering memacetkan lalu lintas, berada di Desa Awal Terusan, Kecamatan SP Padang, Desa Air Itam, Desa Batu,  Lingkis, Kecamatan jejawi.

“Kita anggarkan pada tahun 2016 menggunakan dana APBD OKI. Untuk membangun satu pasar dianggarkan sekitar Rp 750 juta,” ujarnya lagi.

Bupati OKI, Iskandar menambahkan, pembangunan pasar, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, memang menjadi prioritas program pemerintah.

“Bukan hanya pasar yang berada di sepanjang jalan alternatif yang kita bangun. Tetapi pasar-pasar lainnya yang ada di Kabupaten OKI menjadi prioritas kita, memang pembangunannya dilakukan secara bertahap, menyesuaikan anggaran yang ada,” tambahnya.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *