oleh

Pemerintah Optimis Produksi Ikan Tangkap RI 8 Juta Ton

Warga mengikuti lelang ikan hasil tangkapan nelayan di pelabuhan perikanan terpadu Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1). (Antara Foto/Ampelsa)
Warga mengikuti lelang ikan hasil tangkapan nelayan di pelabuhan perikanan terpadu Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1). (Antara Foto/Ampelsa)

JAKARTA I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan produksi perikanan tangkap Indonesia akan mencapai 7 juta ton pada akhir 2015. Apabila ramalan tersebut terbukti, maka akan terjadi pertumbuhan sebesar 16,7 persen dibandingkan dengan realisasi produksi ikan tangkap tahun lalu 6 juta ton.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Narmoko Prasmadji mengatakan kenaikan produksi ikan tangkap pada tahun ini berkat upaya pemerintah menindak tegas aksi pencurian ikan (illegal fishing).

“Secara teoritis, peningkatan produksi ikan tangkap terjadi karena pencurian ikan berkurang. Ibu Menteri (Susi Pudjiastuti) sendiri sudah meminta kami untuk meneruskan program ini (pemberantasan illegal fishing) agar kontribusi perikanan tangkap untuk nasional bisa terus meningkat,” tutur Narmoko di kantornya, Senin (21/12/2015).

Karenanya, lanjut Narmoko, KKP optimistis produksi ikan tangkap Indonesia mencapai 8 juta ton pada 2016 atau meningkat 14,3 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun ini.

Narmoko menambahkan, pada tahun depan KKP akan mengatur aktivitas penangkapan ikan, baik yang dilakukan oleh nelayan kecil maupun pengusaha ikan dengan kapal besar. Langkah ini dilakukan guna mengimplementasikan sejumlah aturan guna menjaga kelestarian ekosistem laut dan

“Berdasarkan angka scientific yang saya dapat, produksi ikan tangkap tahun depan bahkan bisa di atas 8 juta ton. Maka dari itu harus kita optimalkan namun juga patut dikendalikan,” ujarnya.

Kawasan Konservasi

Pada kesempatan berbeda, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap, Toni Ruchimat mengungkapkan, pihaknya juga akan menerapkan program pengelolaan wilayah laut berbasis konservasi yang berada di area 0 sampai 4 mil.

Hal ini dimaksudkan agar sumber daya ikan di kawasan tersebut bisa beregenerasi demi menjamin kelangsungan habitat ikan dan penunjangnya seperti terumbu karang.

“Tapi bukan berarti tidak boleh menangkap. Hanya saja dibatasi, mulai dari kapal yang boleh menangkap hanya di bawah 10 GT (Gross Ton) sampai pembatasan alat tangkapnya karena tujuannya kan perikanan berkelanjutan,”kata Toni.

Sebelumnya, KKP menjanjikan 20 juta hektar (Ha) kawasan konservasi laut di Indonesia pada 2020. Saat ini, jumlah kawasan konservasi telah mencapai 16 juta Ha yang terletak di zona 0-4 mil. (CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *