oleh

Mourinho Dipecat, Mimpi Samai Ferguson Berakhir

Jose Mourinho sempat mengutarakan keinginannya untuk mengikuti jejak Sir Alex Ferguson. (REUTERS/Eddie Keogh )
Jose Mourinho sempat mengutarakan keinginannya untuk mengikuti jejak Sir Alex Ferguson. (REUTERS/Eddie Keogh )

INGGRIS I Jose Mourinho sempat bermimpi untuk bisa menyamai capaian Sir Alex Ferguson di Manchester United. Namun mimpi itu saat ini telah berakhir.

Mourinho telah sukses mengikuti jejak Ferguson di awal kariernya bersama Chelsea. Seperti halnya Ferguson yang menyulap United meraih gelar demi gelar Liga Inggris setelah terpuruk d era 80-an, Mourinho pun sanggup menjadikan Chelsea klub terhebat Liga Inggris di dekade 2000-an.

Mourinho pun secara terbuka mengakui bahwa ia memimpikan untuk bisa jadi sosok seperti Ferguson.

“Saya melihat bahwa saya memiliki kemungkinan untuk melatih hingga usia seperti Ferguson. Saya ingin seperti Ferguson yang mampu meraih banyak gelar di negara ini, namun hal itu tentunya tidak mudah terlaksana karena kompetisi ini merupakan kompetisi terberat di dunia,” ucap Mourinho pada Daily Mail suatu ketika.

Lantaran terobsesi untuk bisa mengikuti jejak Ferguson itulah, Mourinho menolak kesempatan untuk melatih United sepeninggal Ferguson pensiun. Pria asal Portugal itu tak mau jadi bayang-bayang Ferguson dan ingin menciptakan dinastinya sendiri di Chelsea.

“Saya tetap orang yang sama namun kini dalam kondisi yang lebih matang. Saya siap untuk berada di klub ini dalam kurun waktu yang lama,” ujar Mourinho pada waktu kedatangannya yang kedua di Chelsea pada 2013 seperti dikutip dari Guardian.

Setelah dipecat pada enam tahun sebelumnya, Mourinho mengatakan kedatangannya yang kedua kalinya di Chelsea disertai misi pembentukan tim generasi baru.

Generasi emas era perdana Mourinho seperti Didier Drogba, Frank Lampard, Petr Cech, dan John Terry sudah mulai menua. Darah-darah baru seperti Eden Hazard, Oscar, dan Willian adalah nama-nama yang diharapkan bisa jadi tulang punggung Chelsea di dekade saat ini.

“Rencana saya adalah membuat Chelsea berevolusi dan mempertahankan posisi Chelsea di tempat tertnggi,” kata Mourinho.

Pada musim perdananya, Mourinho tak banyak berbicara soal peluang juara. Tim muda Chelsea yang masih dibimbing beberapa pemain senior dari generasi pertama sukses finis di tempat ketiga pada akhir musim dengan selisih empat poin dari sang juara, Manchester City.

Musim berikutnya, 2014/2015, Mourinho memberikan bukti bahwa proses evolusinya berjalan dengan baik. Skuat muda Chelsea ditambah beberapa pembelian baru mampu merajai Liga Inggris tanpa bisa disentuh tim lainnya.

Chelsea terus memimpin klasemen sejak awal musim dan hanya kalah tiga kali dari 38 pekan yang dijalani.

Mungkinkah Ada Kesempatan Ketiga?

Optimisme pun menyebar. Chelsea disebut siap memulai dominasinya karena materi pemain yang masih berusia belia. Optimisme Chelsea bisa dilihat dari sepinya aktivitas mereka di bursa transfer musim lalu.

Namun siapa sangka sukses musim lalu justru jadi bumerang bagi Mourinho. Mourinho sudah menetapkan standar begitu tinggi musim lalu dengan jadi juara Liga Inggris. Begitu musim ini kondisi tim limbung, maka ia ditunjuk sebagai penyebab kemunduran Chelsea secara mutlak.

Mourinho tetap akan menjadi manajer legendaris Chelsea dalam enam tahun perjalanannya bersama ‘The Blues’. Namun ia tetap gagal menyamai kehebatan Ferguson bersama United.

Sulit melihat kemungkinan Mourinho kembali ke Chelsea di masa depan, kecuali cintanya pada Chelsea tak berubah setelah dua kali disakiti.

Bila itu yang terjadi, maka bisa saja beberapa tahun mendatang dialog Mourinho-Abrahamovic di tahun 2013 kembali terulang.

“Saya bertanya kepada Bos (Roman Abrahamovic),’Apakah kamu ingin saya kembali? dan Bos balik bertanya,’Apakah kamu ingin kembali?’ dan dalam beberapa menit kemudian keputusan sudah saya buat,” kata Mourinho ketika itu. (CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *