oleh

KPUD OI Akui Ada DPT Ganda

 

INDRALAYA I Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Ilir mengakui adanya Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda pada pelaksanaan pilkada OI . Kendatipun kuantitasnya tidak begitu banyak, namun jumlah DPT ganda tidak seperti apa yang ditudingkan tim pasangan calon (paslon) satu Helmi-Muchendi.

“Berdasar rekomendasi Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten OI menyebutkan kalau menemukan 2.954 DPT yang tidak memenuhi syarat. Kami akan kroscek ulang terkait temuan tim paslon satu itu sebanyak 26.394 DPT ganda yang ada di Desa Soak Batok Indralaya Utara maupun kecamatan lain. JIka ditemukan ada DPT ganda, tentu kami akan coret,”kata Komisioner KPUD OI Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Massuryati Rabu (1/12/2015).

Dia pun sangat menyayangkan langkah paslon satu yang tidak pernah melakukan koordinasi dengan KPU terkait temuan tersebut. Bahkan menuding KPUD OI tidak independent dalam pilkada OI ini.

Dia mengklaim telah menjalankan aturan penyelenggaraan pilkada ini sesuai dengan PKPU dan laporan paslon satu ke KPU Sumsel, Bawaslu hingga DKPP adalah sah-sah saja.

“Terkait ketidakpercayaan tim paslon satu yang menganggap KPUD OI tidak independen, ya silakan saja mereka tidak percaya. Pastinya kami sudah menjalankan aturan ditetapkan. Coba tunjukkkan DPT ganda itu dimana, harus jelas dan memiliki bukti kongkret,”tuturnya.

Dia mengaku jika ditemukan ada DPT ganda, maka pihaknya akan mencoret dan memberi keterangan pada DPT atau DPTB1 terhadap pemilih yang tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia, pindah domisili, alih status TNI/Polri, terdaftar lebih dari satu kali, terganggu ingatan dan dicabut hak pilihnya berdasar putusan pengadilan. Pencoretan pun dilakukan PPS .

Dia mengaku faktor terjadinya DPT ganda itu bisa dikarenakan kesalahan operator atau human error dalam penginputan data. Kendati operator telah diberikan bimbingan teknis, namun aplikasinya berbeda.

“Satu kecamatan dipegang satu operator untuk menginput data DPT. Bisa saja operator tidak mengerti sehingga data yang diunggah terjadi berkali-kali sehingga terjadi ganda. Bahkan satu nama pemilih bisa diunggah 8 kali. Ini biasanya terjadi,”terangnya.

DPT ganda itu, kata dia, dapat dicermati kembali sesuai PKPU no 4 selama 6 hari sebelum hari pencoblosan terjadi. Namun dalam pasal 23 PKPU menyebutkan bahwa DPT dan DPTB1 tidak dapat diubah kurang dari 6 hari sebelum hari pencoblosan kecuali bagi pemilih yang tidak memenuhi syarat.

Dia mengilustrasikan DPT ganda terjadi seperti di Desa Sukaraja Baru Indralaya Selatan. Nama Cik Nayu di TPS 2 ganda, Sioni TPS 2 meninggal dunia, Rian TPS 3 ganda, Muryati TPS 3 ganda, pindah domisili atas nama Eka Nurwati Desa Meranjat Ilir TPS 1.

“PPS yang berhak mencoret pemilih ganda dengan memberi keterangan pada DPTB1. Ini harus ada kejelian dari PPS yang disingkronkan dengan KTP pemilih. Bisa jadi juga terjadinya DPT ganda lantaran kelalaian Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) yang tidak serius mendata Kepala Keluarga (KK). PPDP di OI sebanyak 817 orang dengan asumsi satu orang satu TPS. PPDP setelah mencocokkan data pemilih lalu rumah pemilih dipasang stiker. Namun kerja PPDP sudah selesai sejak 15 Juli sampai 19 Agustus lalu,”jelasnya.

Namun demikian, bagi warga OI yang tidak terdata sebagai pemilih dapat menunjukkan KTP atau identitas lain untuk melakukan pencoblosan sekitar pukul 12.00WIB. (Sultan)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *