oleh

Membangun OKI dari Desa Belum Terasa

Salah satu kendaraan yang terbalik ketika melintasi jembatan darurat yang dibuat warga beberapa waktu lalu
Salah satu kendaraan yang terbalik ketika melintasi jembatan darurat yang dibuat warga beberapa waktu lalu

KAYUAGUNG I Bupati Ogan Komering Ilir OKI, Iskandar SE tak henti-hentinya mengkampenyakan kepada masyarakat terkait program kerjanya yang populer yakni ‘membangun OKI dari desa’ bahkan disetiap kesempatan dirinya selalu mendengungkan kata-kata tersebut. Namun, program Iskandar yang menghantarkan dirinya duduk di kursi OKI satu tersebut mendapat sorotan dari banyak pihak.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Madani (LSM INDOMAN) Ir Amrizal Aroni MM mengatakan, pada dasarnya program yang selama ini dikampanyekan Bupati OKI sangat bagus dan menyentuh masyarakat akan tetapi program tersebut jauh panggang dari api karena realita di lapangan tidak seperti itu.

Saat ini, kata Amrizal hampir genap dua tahun Iskandar menjabat masih banyak persoalan yang belum terselesaikan mulai dari konflik agraria, akses pelayanan publik yang belum memadai, sarana prasarana pendidikan dan kesehatan di daerah pelosok yang masih jadi persoalan serius serta bencana kabut asap yang menjadi sorotan dunia bahkan sempat mengundang presiden RI untuk datang ke Kabupaten OKI.

Katanya, pemerintah belum serius dalam melakukan pembangunan di Kabupaten OKI. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya infrastruktur jalan dan jembatan khususnya di pedesaan yang rusak parah. Selain itu pekerjaan perbaikan jalan yang selama ini dilakukan terkesan asal-asalan. “Ya masyarakat masih belum merasakan pembagunan OKI dari desa karena masih banyak infrstruktur jalan dan jembatan rusak parah,”katanya

Disisi lain kata Amrizal, para pejabat di Kabupaten OKI hanya bisa hura-hura menghabiskan uang rakyat dengan melakukan outbon ke Jawa Barat yang dinilai tidak perlu. “Insfrastruktur jalan dan jembatan di OKI banyak yang rusak sementara semua kepala dinas ramai-ramai ke Jawa Barat, bagaimana program pak Bupati bisa berjalan sementara pembantunya hanya bisa jalan-jalan menghabiskan anggaran,”jelasnya.

Baca : Diduga Habiskan Anggaran, Pejabat OKI Ramai-ramai Outbound ke Bandung
Baca : Gara-gara Outbound, Rapat Banggar Tertunda
jembatan penghubung antara desa Cengal dengan Desa Talang Rimba Kecamatan Cengal OKI yang nyaris putus.
jembatan penghubung antara desa Cengal dengan Desa Talang Rimba Kecamatan Cengal OKI yang nyaris putus.

Amrizal berharap, pemerintah OKI bisa memilah yang mana program prioritas dan yang tidak sehingga cita-cita muliya Bupati OKI dapat terwujud dan masyarakat menjadi lebih sejahtera. “Masih banyak program prioritas yang harus diselesaikan seperti infrastruktu jalan dan jembatan yang banyak mengalami kerusakan parah pelayanan kesehatan dan pendidikan, itu yang harus diperhatikan,”jelasnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan masih banyak insfrastruktur yang mengalami kerusakan parah seperti jembatan penghubung antara desa Cengal dengan Desa Talang Rimba Kecamatan Cengal OKI, yang nyaris putus, dan mengakibatkan perekonomian masyarakat menjadi terhambat sebab jembatan tersebut merupakan satu satunya akses masyarakat untuk beraktivitas.

Diketahui jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan sejak dua bulan lalu, lantai jembatan yang terbuat dari besi plat itu mengalami ambrol pada bagian bawahnya, sebagian tiang penahan jembatan juga ada yang patah.

Warga setempat, Gotot Golden beberapa waktu lalu mengatakan, sebelumnya sudah dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat dengan cara mengelas lantai plat yang ambrol, namun karena jembatan itu menjadi satu-satunya akses masyarakat jadi cepat rusak.

“Kita sudah secara swadaya melakukan perbaikan namun itu tidak bertahan lama,” ujarnya.

Dikatakannya, pada musim kemarau lalu, warga tidak melintasi jembatan tersebut dan memilih lewat bawah dibagian samping, dimana diatas  kondisi sungai yang kering warga memasang kayu agar jalan tidak amblas.

“Tapi itu juga tidak bertahan lama dan berbahaya, beberapa waktu yang lalu sudah ada kendaraan yang terguling,”ujarnya.

Sementara, sejak beberapa hari ini jalan bagian bawah ini sudah tidak dapat dilalui lagi lantaran jalan dibawah jembatan sudah tergenang air karena sudah masuk musim hujan, jadi kendaraan harus lewat dari atas jembatan, meskipun berbahaya dan barang muatan harus di dikosongkan terlebih dahulu.

“Sekarang bertambah parah pak, kalau mobil bawa barang maka barang harus diturunkan dulu dan mobil lewat duluan, lantas barang dinaikan lagi ke mobil, jadi ongkos lebih mahal pak,” tandasnya seraya berharap pemkab segera melakukan perbaikan.

Senada dengan itu, Mun warga setempat juga menyayangkan hingga saat ini belum adanya perhatian dari pemerintah. Karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat. “Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan jembatan tersebut dan berharap jembatan tersebut dapat segera diperbaiki,”ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Tarech Rasyid Pengamat Sosial Politik Sumatera Selatan mengatakan, selama dipimpin oleh Iskandar SE dirinya belum melihat sesuatu yang menonjol di Kabupaten OKI baik itu dari insfrastruktur, pendidikan dan kesehatan. “Program bupati membangun OKI dari desa tersebut memang sangat bagus hanya saja pelaksanaannya yang belum kena sasaran,”ungkapnya. (Romi Maradona)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *