oleh

Empat Lembaga Pantau Pilkada OI

 

INDRALAYA I Pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir akan dipantau oleh empat lembaga yang akan melakukan pemantauan pada Pilkada Ogan Ilir 9 Desember 2015 mendatang. Kendatipun dipantau empat lembaga, namun hasil penghitungan tetap berpedoman pada hasil pleno KPUD OI.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Ilir, Annahrir menegaskan setelah melalui proses pendaftaran dan akreditasi terhadap lembaga pemantau pilkada yang berdasarkan PKPU nomor 2 tahun 2015 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pilkada, maka diputuskan ada empat lembaga pemantau dalam Pilkada OI ini.

“Kami telah menetapkan empat lembaga pemantau. Mereka berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat, Koalisi LSM yang bermarkas di Palembang dan Pemuda Mahasiswa Ogan Ilir bermarkas di Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir,” kata Anahrir.

Dia menyebutkan keempat lembaga tersebut yakni LSM Forum Komunikasi Angkatan 98, Lembaga Sumsel Budget Center, Koalisi LSM Sumsel dan Gerakan Pemuda Mahasiswa Ogan Ilir Peduli Pilkada Serentak. Khusus untuk LSM Forum komunikasi angkatan 98 berjumlah 43 pemantau, Lembaga Sumsel Budget Center berjumlah 32 pemantau, koalisi LSM Sumsel dengan jumlah 22 orang, gerakan pemuda mahasiswa OI peduli pilkada bersih berjumlah 16orang.

Dia melanjutkan bahwa adapun syarat bagi pemantau pilkada Ogan Ilir antara lain harus melampirkan pengalaman sebagai pemantau dari pemilihan sebelumnya. Selain itu juga harus memiliki akta lembaga dari notaris, harus melaporkan ataupun mengajukan wilayah mana saja yang akan dilakukan pemantauan selama pilkada berlangsung, mulai level kecamatan hingga desa.

“Selain itu mereka harus memiliki susunan kepengurusan, harus memiliki surat pernyataan bahwa dia tidak akan memihak kepada paslon manapun serta harus mematuhi kode etik pemantau.Hal itu telah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU),” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa pemantau tersebut melakukan pendaftaran ke KPUD sejak beberapa bulan lalu. Adapun kedudukan pemantau itu adalah sebagai mitra dari KPU.Pemantau ini merupakan mitra KPU sehingga jika ada kejanggalan akan berkoordinasi dengan KPU.

“Kami belum mendapat laporan apakah para pemantau itu telah terjun ke lapangan atau belum. Pemantau juga harus menyebutkan tahapan pilkada mana saja yang akan dijadikan objek pemantauan. Untuk tahapan yang dapat dilakukan pemantauan antara lain kampanye, pemilihan dan juga penghitungan suara,”terangnya.

Selain empat lembaga pemantauan, KPUD Ogan Ilir telah menerima pendaftaran dua lembaga survey yakni Lembaga Riset Indonesia bermarkas di Jakarta dan Charta Politika.

Dia mengklaim kalau kedua Lembaga Survey ini sudah doverifikasi. Setelah itu pihaknya akan memplenokan kedua lembaga survey tersebut.

“Hasil informasi yang berasal dari lembaga survey ini bukan menjadi patokan hasil dari pilkada nantinya. Pastinya dalam hasil perhitungan suara yang menjadi patokan yakni dari rapat pleno KPU,” ucapnya. (Sultan)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *