oleh

Pemerintah Optimistis Persiapan Asian Games 2018 Lancar

JAKARTA I Pemerintah optimisyis pembangunan infrastruktur terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat dipercepat dan selesai sebelum waktunya. Posisi tuan rumah diyakini tidak akan digantikan oleh negara Tiongkok, karena Indonesia mengebut semua
persiapan, termasuk wisma atlet.

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kempora, Gato
t S. Dewa Broto, mengatakan pemerintah siap memaparkan sejumlah perkembangan Indonesia dalam mempersiapkan Asian Games 2018.

Pemaparan ini akan dilakukan pada Dewan Olimpiade Asia (OCA) Regional Forum yang digelar di _MG_1503Jakarta, 28-29 November ini di Jakarta.

“Materi pemaparannya seputar perkembangan kesiapan Indonesia, mulai dari masterplan, hingga kepastian pembangunan fisik venue kompetisi dan non kompetisi. Yang mengetahui persis pasang surut persiapan Asian Games 2018 itu kami Kempora dan KOI, sementara Gubernur DKI Jakarta, beberapa kali tidak menghadiri rapat tim. Jadi wajar saja dia tidak mengetahui banyak dan panik,” katanya, Sabtu (28/11/2015).

Sebelumnya, Indonesia sudah mendapatkan lampu kuning dari OCA karena hingga saat ini belum juga melaporkan masterplan, dan dua hal lainnya yang dianggap kritis yakni belum juga ada kepastian dari pembangunan venue non kompetisi dan kompetisi, khususnya untuk velodrome dan stadion aquatik.

Gatot yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Penyempurnaan Masterplan Asian Games 2018, menyatakan pihaknya akan mengklarifikasi masalah pembangunan venue termasuk untuk wisma atlet. Itu dikarenakan pada paparan sebelumnya, pemerintah dan KOI sudah sounding ground breaking akan dilakukan September.

“Tapi kenyataannya kan tidak jadi karena masih ada masalah. Jadi kita jelaskan dalam konteks seperti apakah jaminan akan dilakukannya groundbreaking Februari tahun depan. Ini bukan sekedar janji, namun sudah benar-benar upaya. Kami juga akan jelaskan soal masterplan yang ditunggu-tunggu mereka sejak lama telah selesai, kemudian soal rencana pembangunan fisik renovasi, serta adanya tambahan untuk usulan cabor,” ujarnya.

Menurutnya, ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemukan masalah, harus menyelesaikannya, bukan justru melempar ke pemerintah pusat. Pemprov Sumatra Selatan (Sumsel) saja komitmen akan pembangunan infrastruktur Asian Games, termasuk wisma atlet.

“Jadi apa yang dikhawatirkan Gubernur DKI bahwa kesempatan bisa diambil oleh Tiongkok tidaklah benar. Tidak semudah itu posisi tuan rumah lepas dan keputusan tetap ada di tangan OCA. Kita pun sudah mengantisipasinya dengan kerja cepat. Tuan rumah Asian Games sebelumnya juga pernah mendapat peringatan. Jadi wajar saja kita juga mendapatkannya, karena OCA ingin yang terbaik untuk pesta olahraga Asia ini,” ungkapnya. (beritasatu.com)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *