oleh

133.291 lembar surat suara di Packing Ulang

BATURAJA I Sebanyak 133.291 surat suara sudah terpacking selama 2 hari pada 24-25 november lalu, disortir ulang. hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi kecurangan terkait kedatangan surat suara yang tiba dalam keadaan terlipat, seperti yang diragukan tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati OKU beberapa waktu lalu.

Imanuddin, komisioner Komisi pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten OKU divisi Logistik pemilu saat dijumpai menyatakan, untuk tetap menjalan prosedur yang telah ditetapkan dan menjaga transparansi, pihak KPUD OKU membuka kembali surat suara yang sudah di packing dan siap di distribusikan serta di sortir ulang.

“Bongkar packing dan sortir ulang surat suara dilakukan sejak tadi (jumat-27/11/2015, red) dimulai pukul 9 disaksikan saksi pasangan calon, perwakilan panwaslu serta dijaga aparat keamanan,” kata Imanuddin.

Menurutnya, sebanyak 19 box surat suara yang sebelumnya sudah diPacking dan siap di distribusikan terpaksa di sortir ulang, terkait permohonanan dan tuntutan tim sukses pasangan calon Bupati dan calon wakil bupati OKU No urut 2 atas nama Hj Percha Leanpuri dan Drs HM Nasir Agung.

Meski memakan waktu cukup lama, namun hal ini tetap dilaksanakan mengingat pentingnya keterbukaan dan transparasi publik, sehingga keraguan sejumlah pihak terkait indikasi kecurangan pemilu dapat diminimalisir.

“Yang kita khawatirkan itu, apakah sampai tanggal 30 nanti penyortiran dan packing sudar suara untuk distribusi ke tps ini akan selesai atau kita,” tuturnya.

Sementara sebelumnya, pasangan no urut 2 meminta KPU dan panwaslu OKU membuka surat suara yang sudah terlipat sejak tiba di kabupaten OKU selesai proses pencetakan. hal ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya upaya kecurangan pemilu.

Pantauan di gudang penyimpanan surat suara serta logistik pemilu lainnya yang menjadi lokasi penyortiran surat suara, perwakilan dari tim pemenangan masing masing paslon bupati dan wakil bupati OKU tampak cermat meneliti surat suara yang dibeberkan KPUD OKU. sementara aparat kepolisian tampak berjaga disekitar gudang KPUD OKU. (Deni A. Saputra)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *